JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Glutathione, antioksidan yang selama ini dikenal melindungi sel tubuh dari kerusakan, justru dimanfaatkan sel kanker sebagai sumber bahan bakar utama. Temuan mengejutkan ini diungkap dalam studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature pada 18 Maret 2026 oleh tim peneliti dari Wilmot Cancer Institute, University of Rochester.
Tentang Penelitian
Penelitian dipimpin oleh Isaac Harris dari Wilmot Cancer Institute. Tim menganalisis sampel tumor payudara dari biobank institut tersebut.
Hasilnya menunjukkan kadar glutathione tinggi dalam tumor. Sel kanker secara aktif memecah antioksidan ini untuk dijadikan energi, terutama di lingkungan tumor yang kekurangan nutrisi.
Temuan Kunci
"Kami menemukan bagaimana sel kanker secara spesifik memecah antioksidan ini dan menggunakannya sebagai bahan bakar," jelas Harris seperti dilansir SciTechDaily.
Dalam percobaan praklinis, peneliti memblokir kemampuan tumor menggunakan glutathione. Hasilnya, pertumbuhan sel kanker melambat secara signifikan.
Data awal menunjukkan fenomena ini tidak terbatas pada kanker payudara. Banyak jenis tumor lain tampaknya juga mengonsumsi glutathione sebagai bahan bakar.
Mengenal Glutathione
Glutathione adalah antioksidan alami yang diproduksi tubuh. Zat ini tersusun dari tiga asam amino: glutamin, glisin, dan sistein.
Selain diproduksi tubuh, glutathione tersedia dalam berbagai bentuk suplemen:
- Suplemen oral
- Infus
- Aplikasi topikal
Manfaat Tradisional
Sebelum studi ini, glutathione dikenal memiliki beberapa manfaat kesehatan:
- Mengurangi stres oksidatif
- Memperbaiki sirkulasi darah pada penderita penyakit arteri perifer
- Mendukung kesehatan kulit
Stres oksidatif berlebihan dapat memicu berbagai penyakit kronis seperti diabetes, kanker, dan radang sendi.
Implikasi Kesehatan
Temuan ini menimbulkan pertanyaan penting tentang konsumsi glutathione. Apakah kita perlu membatasi asupan zat ini?
Harris menegaskan, masyarakat tidak perlu menghindari makanan kaya antioksidan. "Mengonsumsi buah dan sayur tetap penting untuk menjaga berat badan, mengurangi peradangan, dan mendukung sistem imun yang sehat," katanya.
Peringatan Khusus
Namun, Harris mengingatkan agar berhati-hati dengan suplemen glutathione. Terutama suplemen yang tidak terdaftar resmi dan mengandung konsentrasi tinggi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pilih suplemen terdaftar BPOM
- Konsultasi dengan dokter sebelum penggunaan
- Waspada produk dengan klaim berlebihan
Pengobatan Masa Depan
Peneliti kini mengembangkan obat yang dapat menghambat penggunaan glutathione oleh tumor. Obat ini menargetkan protein spesifik yang memungkinkan tumor memakan antioksidan tersebut.
Pengembangan obat ini sebenarnya sudah dimulai hampir satu dekade lalu. Kini, peneliti menyempurnakannya untuk terapi kanker yang lebih efektif.
Harapan Baru
Temuan ini membuka peluang baru dalam pengobatan kanker. Dengan memahami bagaimana sel kanker memanfaatkan glutathione, peneliti dapat mengembangkan strategi terapi yang lebih tepat sasaran.
Penelitian lanjutan diperlukan untuk memastikan efektivitas pendekatan ini. Namun, hasil awal memberikan harapan bagi pengembangan pengobatan kanker yang lebih baik di masa depan.
Studi tentang glutathione dan kanker mengingatkan kita bahwa pemahaman ilmiah terus berkembang. Apa yang hari ini dianggap bermanfaat, mungkin besok memerlukan evaluasi ulang berdasarkan bukti terbaru. Penting bagi masyarakat untuk tetap mengikuti perkembangan penelitian dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional sebelum membuat keputusan terkait suplemen atau pengobatan.