Javas Corner - Kuasa Hukum DPP GRIB Jaya, Wilson Colling, mengatakan Ketua GRIB Jaya Rosario de Marshall alias Hercules membubarkan massa di wilayah Slipi, Jakarta Barat, pada Kamis (27/8/2026) malam karena menganggapnya sebagai perusuh, bukan pendemo yang menyampaikan aspirasi di DPR RI.
"Harus dipisahkan antara demo di DPR RI yang sudah bubar secara tertib setelah masyarakat menyampaikan aspirasinya, dengan kejadian yang kedua, yaitu tindakan anarkis, pembakaran, dan perusakan fasilitas umum di Slipi dan sekitarnya (seperti pos polisi yang dibakar)," ungkap Wilson di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (31/8/2026).
Menurut Wilson, Hercules turun ke lapangan sekitar pukul 22.00-23.00 WIB di dekat Hotel Peninsula, Jalan S Parman. Ia menyebutkan Hercules berinisiatif membubarkan massa bersama masyarakat Jakarta Barat agar kerusuhan tidak melebar. "Jam kejadiannya juga berbeda. Itu terjadi jam 23.00 WIB malam. Kalau jam 23.00 WIB malam orang menyampaikan aspirasi, itu tidak masuk akal dan secara konstitusi juga tidak ada. Waktu penyampaian aspirasi hanya sampai jam 18.00 WIB," ujar Wilson.
Wilson menegaskan pihaknya mendukung demo yang tertib dan sesuai peraturan. "Jadi, bagi yang berdemo di DPR, kami tidak mengganggu, kami justru mendukung. Kita sama-sama masyarakat, silakan sampaikan aspirasi terkait ketidakadilan, tapi jangan melanggar hak hukum orang lain," tuturnya. Ia menambahkan bahwa pembakaran pada jam 23.00 WIB merupakan tindak pidana yang dapat menghalangi akses warga ke rumah sakit dan fasilitas umum.
Di sisi lain, Wilson menegaskan bahwa pihaknya tidak diinisiasi polisi untuk membubarkan massa. Ia menilai setiap warga memiliki hak menjaga wilayahnya sebagai bagian dari keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). "Hercules punya inisiatif mengamankan Jakarta Barat agar aman. Jadi, yang dihalau itu bukan pendemo, tapi orang-orang yang melakukan tindakan kriminal dan perusakan," kata dia.
Wilson juga menegaskan GRIB Jaya tidak terlibat dalam peristiwa di Pejompongan, termasuk kematian tukang kaca Bambang Setiawan. Saat peristiwa itu terjadi, Hercules bersama massa hanya mengamankan wilayah Jakarta Barat dan tidak bisa menembus ke Pejompongan. "Oleh karenanya, mengaitkan kematian itu dengan GRIB sangat salah dan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya," ucap dia.
Tags:
#Hercules #GRIBJaya #Slipi #Kerusuhan #DemoDPR #JakartaBarat #WilsonColling #Kamtibmas #BambangSetiawan