Teknologi

Hacker China Pakai AI DeepSeek untuk Perkuat Serangan Siber Global

Raka Pratama Raka Pratama 26 Aug 2026 11:33 103 Views
Hacker China Pakai AI DeepSeek untuk Perkuat Serangan Siber Global

Hacker China Pakai AI DeepSeek untuk Perkuat Serangan Siber Global

JAVASCORNER.CO.ID, TAIPEI - Kelompok peretas yang diduga terkait dengan pemerintah China meningkatkan serangan siber global dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) open-source bernama DeepSeek. Temuan ini diungkap oleh firma keamanan siber Taiwan, TeamT5, yang mencatat lonjakan lebih dari dua kali lipat intensitas serangan sejak AI tersebut digunakan.

Latar Belakang: DeepSeek Jadi Favorit Peretas

Menurut Charles Li, analis utama TeamT5, DeepSeek menjadi pilihan utama peretas China karena performanya tinggi, biaya rendah, dan filter keamanannya yang minim. "Model AI Barat memang diincar, tetapi sistem keamanannya jauh lebih ketat dan membutuhkan usaha besar untuk ditembus," ujarnya.

AI ini digunakan dalam berbagai tahap serangan, mulai dari pengumpulan data intelijen, pemetaan domain dan IP target, hingga pembuatan kode untuk mengeksploitasi celah keamanan. Hasilnya, serangan siber menjadi lebih cepat dan efisien.

Kelompok Peretas yang Teridentifikasi

TeamT5 mengidentifikasi sejumlah kelompok peretas yang memanfaatkan DeepSeek, antara lain:

  1. Grimfengxi – membuat kode eksploitasi menggunakan DeepSeek.
  2. Huapi – menyerang sistem email perusahaan di Taiwan dengan AI China.
  3. Teleboyi – mengumpulkan 1.000 alamat IP untuk memetakan domain target.
  4. Slime22 – memanipulasi alat AI Anthropic untuk menyusup ke jaringan perusahaan teknologi di Taiwan.

Selain AI lokal, beberapa peretas juga menggunakan kecerdasan buatan asal Amerika Serikat. Firma CyCraft melaporkan bahwa penyedia software peretasan berkonsultasi dengan ChatGPT untuk membuat modul dekripsi data aplikasi Signal milik korban.

Dampak AI pada Keamanan Siber

Perkembangan AI mengubah lanskap keamanan siber secara signifikan. Kemampuan melancarkan ratusan serangan sekaligus tanpa penambahan personel menjadi ancaman serius. Model open-source seperti DeepSeek rentan dimodifikasi untuk menghapus batasan etika, sehingga memunculkan ancaman serangan otonom yang dapat dieksekusi mandiri.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran keamanan nasional di berbagai negara. AI mempercepat pembuatan malware dan eksploitasi celah sistem yang sebelumnya memerlukan keahlian teknis tinggi. Kini, bahkan peretas pemula pun bisa melancarkan serangan kompleks dengan bantuan AI.

Respons Internasional dan Masa Depan

Juru bicara OpenAI menegaskan komitmen perusahaan dalam mendeteksi dan menghentikan penyalahgunaan model AI mereka. Sementara itu, pemerintah di berbagai negara mulai memperketat regulasi penggunaan AI dan meningkatkan kolaborasi internasional untuk memerangi ancaman siber berbasis AI.

Para ahli mengingatkan bahwa perlombaan senjata antara penyerang dan pembela akan terus berlanjut. Diperlukan inovasi berkelanjutan dalam keamanan siber, termasuk pengembangan AI pertahanan yang mampu melawan AI ofensif. Ke depan, kesadaran dan kewaspadaan publik juga menjadi kunci dalam menghadapi ancaman yang semakin canggih ini.

Raka Pratama

// Verified Author

Raka Pratama

Staff Redaksi

Meliput berita harian dan pembaruan industri IT di Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#keamanan siber #kecerdasan buatan #serangan siber #DeepSeek #China

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner