Internasional

Hamas Diberi Usulan Perlucutan Senjata Bertahap Selama 90 Hari

Aditya Nugraha Aditya Nugraha 21 Mar 2026 13:42 56 Views

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Hamas menerima usulan perlucutan senjata bertahap dari mediator gencatan senjata Gaza yang meminta penyerahan persenjataan berat dalam 90 hari. Proposal ini disampaikan dalam pertemuan di Kairo pekan ini dan mencakup penyerahan roket, peluncur, serta peta terowongan kelompok bersenjata di Jalur Gaza.

Usulan Perlucutan Senjata

Dua diplomat Arab yang mengetahui masalah tersebut mengungkapkan detail proposal kepada The Times of Israel pada Jumat (20/3/2026). Usulan ini mengharuskan semua kelompok bersenjata di Gaza menyerahkan senjata mereka secara bertahap selama beberapa bulan ke depan.

Persyaratan Utama

Hamas harus menyerahkan persenjataan berat dalam waktu 90 hari. Jenis senjata yang dimaksud meliputi:

  • Rudal dan peluncur roket
  • Peta jaringan terowongan bawah tanah

Program pembelian kembali akan menawarkan pekerjaan dan dana kepada anggota kelompok bersenjata yang bersedia menyerahkan senjata pribadi. Proses ini diperkirakan memakan waktu lebih lama dari jangka waktu tiga bulan untuk persenjataan berat.

Mekanisme Penyerahan

Penyerahan senjata akan dilakukan secara geografis, dimulai dari Gaza selatan. Pasukan polisi Palestina dan Pasukan Stabilisasi Internasional akan menggantikan Tentara Pertahanan Israel (IDF) di area yang telah dibersihkan dari senjata.

Pembentukan Pasukan Polisi

Usulan ini membayangkan senjata-senjata diserahkan kepada kepolisian Palestina yang belum dibentuk. Komite Nasional untuk Administrasi Gaza mulai merekrut anggota untuk pasukan polisi baru bulan lalu.

Mantan pegawai sipil Hamas diizinkan mendaftar ke pasukan polisi baru. Namun mereka harus melalui proses penyaringan Israel untuk mendapatkan persetujuan. Mereka yang terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023 mungkin tidak mendapatkan kekebalan.

Respons Pihak Terkait

Negosiator Hamas menyatakan kesediaan menyerahkan senjata berat kelompok teror tersebut dalam pembicaraan dengan mediator Arab. Namun mereka bersikeras mempertahankan senjata yang lebih ringan dengan alasan kebutuhan membela diri.

Posisi Israel

Israel mengetahui proposal yang disampaikan kepada Hamas di Kairo pekan ini. Pemerintah Israel tidak menolak usulan tersebut karena yakin Hamas akan menolaknya.

Kerangka kerja perlucutan senjata bertahap bertentangan dengan posisi resmi Israel yang menuntut penyerahan senjata dilakukan sekaligus. Namun negara-negara mediator meyakini tuntutan Israel tidak realistis.

Negara-Negara Mediator

Proposal ini disampaikan oleh:

  1. Amerika Serikat
  2. Qatar
  3. Turki
  4. Mesir

Pertemuan di Kairo dipimpin oleh Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian untuk Gaza Nickolay Mladenov. Ia didampingi penasihat senior utusan khusus AS Steve Witkoff, Aryeh Lightstone.

Konteks Konflik

Kesepakatan gencatan senjata Oktober 2025 sebagian besar mengakhiri pertempuran selama dua tahun. Pertempuran ini dipicu serangan Hamas terhadap Israel pada 2023.

Perkembangan Terkini

Fase pertama gencatan senjata mengamankan pembebasan semua sandera yang tersisa yang ditawan Hamas. Sebagai imbalannya, Israel membebaskan ribuan tahanan dan narapidana keamanan Palestina.

Pasukan keamanan Hamas meningkatkan kontrol mereka atas wilayah Gaza dalam beberapa pekan terakhir. Mereka memberlakukan kontrol harga, mengatur distribusi barang dari luar Gaza, dan tampaknya mengintimidasi penduduk yang sebelumnya berbicara kepada media internasional.

Mediator Gaza berharap Hamas merespons proposal ini dalam waktu dekat. Diplomat Arab berspekulasi kelompok teror tersebut akan kembali dengan tawaran balasan yang memperpanjang proses negosiasi. Proposal perlucutan senjata ini pertama kali dipublikasikan oleh National Public Radio, The New York Times, dan Haaretz.

Aditya Nugraha

// Verified Author

Aditya Nugraha

Staff Redaksi

Jurnalis teknologi yang fokus pada perkembangan ekosistem digital.

▸ TAG TOPIK

#Hamas #Gaza #Israel #konflik #perlucutan senjata

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Pelecehan Seksual: Kenali Bentuknya, Berani Melawan, Jangan Diam

Thumbnail

HIV di Kalangan Anak Muda: Kenali, Cegah, dan Jangan Dikucilkan

Thumbnail

Judol: Narkoba Digital yang Menguras Rekening dan Menghancurkan Masa Depan

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner