JAVASCORNER.CO.ID, SOLO - Ratusan peternak ayam pedaging dan petelur di wilayah Soloraya menggelar aksi protes unik di Bundaran Gladag, Kota Solo, pada Selasa (7/7/2026). Aksi yang memadukan teatrikal mandi telur dan pembagian ayam gratis ini dipicu oleh merosotnya harga jual ayam dan telur yang membuat para peternak merugi besar.
- Latar Belakang Aksi
- Aksi Protes Mandi Telur dan Bagi-bagi Ayam
- Harapan Peternak kepada Pemerintah
- Dampak Lalu Lintas dan Pengamanan
Latar Belakang Aksi
Harga ayam dan telur di pasaran terus merosot dalam beberapa pekan terakhir. Para peternak mengaku tidak mampu menutup biaya produksi, terutama karena harga pakan yang tetap tinggi.
Seorang peternak yang enggan disebut namanya mengatakan, "Kami rugi besar. Harga jual di bawah modal." Kondisi ini memicu keputusasaan di kalangan peternak mandiri.
Aksi Protes Mandi Telur dan Bagi-bagi Ayam
Pantauan di lokasi, seorang peserta aksi nekat melakukan teatrikal mandi telur di tengah jalan. Tubuhnya basah kuyup oleh lumuran cairan telur sebagai simbol kekecewaan.
Tidak hanya itu, para peternak membawa ratusan ekor ayam hidup di atas mobil bak terbuka. Ayam-ayam tersebut kemudian dibagikan secara gratis kepada warga dan pengguna jalan yang melintas.
Warga pun berebut mendapatkan ayam gratis tersebut. Suasana sempat ramai namun tetap terkendali.
Harapan Peternak kepada Pemerintah
Melalui aksi ini, para peternak Soloraya berharap pemerintah segera turun tangan. Mereka meminta stabilisasi harga pakan dan jaminan harga jual ayam serta telur di tingkat peternak.
"Jika kondisi ini terus dibiarkan, banyak peternak mandiri yang akan gulung tikar," ujar salah satu koordinator aksi.
Dampak Lalu Lintas dan Pengamanan
Aksi berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian. Meski tertib, arus lalu lintas di sekitar Bundaran Gladag sempat tersendat karena antusiasme warga yang ingin mendapatkan ayam gratis.
Petugas mengatur lalu lintas agar tetap lancar. Tidak ada insiden berarti selama aksi berlangsung.
Para peternak berharap aksi ini menjadi perhatian serius pemerintah. Mereka siap melanjutkan protes jika tuntutan tidak direspons.