Hot News

Harga Minyak Dunia Berpeluang Tembus 100 Dollar AS, Ini Pemicunya

Ujang Trisno Ujang Trisno 10 Oct 2026 23:32 5 Views
Harga Minyak Dunia Berpeluang Tembus 100 Dollar AS, Ini Pemicunya

Harga Minyak Dunia Berpeluang Tembus 100 Dollar AS, Ini Pemicunya

Javas Corner - Harga minyak dunia berpeluang kembali menembus 100 dollar AS per barrel pada pekan depan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina berpotensi mendorong harga, sementara tambahan pasokan solar dapat menahan kenaikannya.

 

Mengutip Trading Economics, harga minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI ditutup pada level 91,66 dollar AS per barrel pada Jumat (9/10/2026). Harga minyak WTI menguat 0,60 persen dalam sepekan, tetapi masih terkoreksi 10,56 persen dalam sebulan terakhir.

 

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai ketegangan antara Amerika Serikat atau AS dan Iran masih menjadi salah satu sentimen yang perlu dicermati pelaku pasar. Persoalan program nuklir Iran yang belum menemui titik terang berpotensi membuat ketegangan di Timur Tengah berlanjut.

 

"Ini memanaskan situasi yang membuat dolar kembali menguat dan harga minyak pun juga walaupun sedikit tertahan," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).

 

Selain situasi di Timur Tengah, konflik Rusia-Ukraina juga menjadi faktor risiko bagi pasar energi. Ibrahim memperkirakan perang kedua negara berpotensi berlangsung dalam jangka panjang karena persoalan wilayah belum terselesaikan.

 

"Perang ini akan berlangsung cukup lama. Bukan saja sampai tahun 2029, kemungkinan besar sampai 2030 pun juga masih akan terjadi," ujarnya.

 

Berlanjutnya konflik tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam mencermati prospek harga minyak dunia ke depan.

 

Di tengah risiko geopolitik, potensi tambahan pasokan solar dapat menjadi faktor yang menahan kenaikan harga energi. Ibrahim menyebut AS tengah melakukan pembicaraan dengan Rusia untuk membuka kembali keran ekspor solar. Jika terealisasi, tambahan pasokan tersebut berpotensi menekan harga bahan bakar dan meredakan tekanan inflasi.

 

Dengan demikian, pergerakan harga minyak pada pekan depan akan dipengaruhi oleh perkembangan ketegangan geopolitik maupun realisasi potensi tambahan pasokan energi.

 

Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Ibrahim memproyeksikan harga minyak mentah WTI berpeluang menembus 100 dollar AS per barrel pada pekan depan. Secara teknikal, ia menetapkan level support WTI di 84,60 dollar AS per barrel dan resistance di 101,60 dollar AS per barrel. Level resistance tersebut berada di atas ambang 100 dollar AS per barrel.

 

Namun, peluang kenaikan harga tetap perlu dicermati bersama perkembangan geopolitik dan potensi perubahan pasokan energi global. Bagi masyarakat, kenaikan harga minyak dunia bisa berdampak pada harga bahan bakar dan biaya transportasi. Pemerintah diharapkan bisa mengantisipasi dampaknya agar tidak terlalu memberatkan perekonomian masyarakat.

 

#HargaMinyak #MinyakDunia #WTI #TimurTengah #RusiaUkraina #Energi #Ekonomi #BeritaEkonomi #Komoditas #JavasCorner

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner