Ekonomi

Harga Minyak Dunia Naik ke 97 Dollar AS, Selat Hormuz Masih Terganggu

Ujang Trisno Ujang Trisno 09 Apr 2026 11:32 65 Views
Harga Minyak Dunia Naik ke 97 Dollar AS, Selat Hormuz Masih Terganggu

Harga Minyak Dunia Naik ke 97 Dollar AS, Selat Hormuz Masih Terganggu

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Harga minyak dunia kembali menguat ke level 97 dollar AS per barel pada Kamis (9/4/2026), setelah sempat anjlok 13 persen sehari sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di tengah gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Kenaikan Harga Minyak

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak Brent naik ke kisaran 97 dollar AS per barel pada perdagangan Kamis. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) juga diperdagangkan mendekati level yang sama.

Kenaikan ini menandai pemulihan signifikan dari penurunan harian terbesar sejak April 2020 yang terjadi pada Rabu (8/4/2026). Pasar minyak global menunjukkan volatilitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Perbandingan Harga

  • Minyak Brent: 97 dollar AS per barel
  • Minyak WTI: Mendekati 97 dollar AS per barel
  • Penurunan sebelumnya: 13 persen pada Rabu

Faktor Pendorong

Laporan kantor berita semi-resmi Iran, Fars, menjadi pemicu utama kenaikan harga. Media tersebut melaporkan lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz sempat terhenti akibat serangan Israel.

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah semakin memanas dengan serangan Israel di Lebanon dan aksi balasan Iran ke negara-negara Teluk. Konflik ini berlangsung secara sporadis meski ada upaya gencatan senjata.

Perkembangan Konflik

  1. Serangan Israel di Lebanon terus berlanjut
  2. Iran melakukan aksi balasan ke negara Teluk
  3. Perbedaan pandangan tentang cakupan gencatan senjata
  4. Ketua Parlemen Iran menyatakan tiga poin proposal dilanggar

Dampak Selat Hormuz

Selat Hormuz merupakan jalur strategis distribusi energi dunia dengan lebar sekitar 33 kilometer di titik tersempit. Perairan ini menjadi penghubung utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk ke berbagai negara.

Sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair global melintasi selat tersebut. Gangguan di jalur ini disebut sebagai salah satu disrupsi terbesar dalam sejarah pasar minyak.

Pentingnya Selat Hormuz

  • Lebar: 33 kilometer di titik tersempit
  • Volume: 20 persen pasokan minyak global
  • Fungsi: Penghubung utama kawasan Teluk
  • Dampak gangguan: Disrupsi pasar energi global

Respons Pihak Terkait

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, membantah klaim penutupan Selat Hormuz. Ia menyatakan mulai ada tanda-tanda jalur tersebut kembali dibuka.

Namun, kondisi Selat Hormuz saat ini belum sepenuhnya normal. Lalu lintas kapal dilaporkan mulai pulih secara terbatas dengan risiko keamanan tetap tinggi.

Upaya Diplomasi

JD Vance dijadwalkan memimpin delegasi Amerika Serikat ke Islamabad untuk pembicaraan langsung dengan Iran pada Sabtu waktu setempat. Pertemuan ini diharapkan dapat meredakan ketegangan.

Arab Saudi menyambut gencatan senjata Iran-AS dan berharap Selat Hormuz segera dibuka untuk umum. China juga mengaku berperan dalam proses gencatan senjata melalui diplomasi dari balik layar.

Prospek ke Depan

Dennis Kissler, Senior Vice President Trading BOK Financial Securities Inc., menilai ketidakpastian masih akan berlanjut dalam waktu dekat. Ia menyatakan situasi belum selesai dan perlu waktu sebelum harga minyak turun signifikan.

"Kita perlu melihat Selat Hormuz benar-benar terbuka tanpa hambatan sebelum harga minyak WTI bisa turun ke kisaran 80 dollar AS per barel," ujar Kissler. "Dan saya tidak melihat itu terjadi dalam dua minggu ke depan."

Prediksi Pasar

  • Ketidakpastian: Masih berlanjut dalam waktu dekat
  • Target harga: 80 dollar AS per barel untuk WTI
  • Timeline: Minimal dua minggu untuk normalisasi
  • Faktor kunci: Pembukaan penuh Selat Hormuz

Pasar minyak global tetap waspada terhadap perkembangan di Timur Tengah. Pembicaraan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad akan menjadi penentu penting arah harga ke depan. Stabilitas Selat Hormuz menjadi kunci pemulihan pasar energi dunia yang lebih berkelanjutan.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#harga minyak dunia #Selat Hormuz #geopolitik Timur Tengah #pasar energi #ketegangan Iran-AS

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

5 Cara Terpercaya Hasilkan Uang dari Internet di 2026, Modal Kecil

Thumbnail

Cara Rehabilitasi Narkoba di BNN: Gratis, Rahasia, dan Lengkap

Thumbnail

Darurat Narkoba: 50 Orang Meninggal Setiap Hari, BNN Rilis Data Terbaru

Thumbnail

Panduan Jual Akun Last Fortress: Underground Agar Laku Mahal

Thumbnail

Pramono Anung Minta Sopir Alphard Cekcok dengan Satpam Bundaran HI Diberi Sanksi

Thumbnail

Kakek di Wajo Ngamuk dan Ludahi Kasir Ayam Goreng Gegara Ditanya 'Ada Uang?'

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner