Ekonomi

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Yakin Neraca Dagang Surplus Lagi

Ujang Trisno Ujang Trisno 03 Jul 2026 17:52 62 Views
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Yakin Neraca Dagang Surplus Lagi

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Yakin Neraca Dagang Surplus Lagi

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian optimistis neraca perdagangan Indonesia akan kembali mencatatkan surplus dalam waktu dekat, setelah sempat defisit 1,61 miliar dolar AS pada Mei 2026. Optimisme ini didorong oleh penurunan harga minyak dunia yang mulai terlihat pada Mei dan Juni 2026.

Latar Belakang Defisit Neraca Perdagangan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit pada Mei 2026 untuk pertama kalinya setelah 72 bulan berturut-turut surplus sejak Mei 2020. Defisit Mei 2026 mencapai 1,61 miliar dolar AS, berbanding terbalik dengan surplus 900 juta dolar AS pada April 2026 dan surplus 4,30 miliar dolar AS pada Mei 2025.

Penyebab Defisit: Dominasi Defisit Migas

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan bahwa defisit neraca perdagangan disebabkan oleh tingginya defisit sektor minyak dan gas (migas) yang mencapai 3,76 miliar dolar AS. Sementara itu, sektor non-migas justru mencatat surplus 2,15 miliar dolar AS. Namun, defisit migas yang lebih besar membuat neraca keseluruhan negatif.

Pengaruh Harga Minyak Dunia

Tingginya defisit migas tidak lepas dari harga minyak mentah dunia yang sempat bertengger di level 103,91 dolar AS per barel pada April 2026. Meskipun harga telah turun ke bawah 80 dolar AS, impor migas pada Juni masih menggunakan harga bulan sebelumnya yang tinggi. "Walaupun kemarin harga minyaknya sudah di bawah 80 dolar AS, di 73-an. Cuman kan impor yang di Juni itu masih harga yang bulan sebelumnya, jadi masih tinggi sekali," ujar Susiwijono di Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Proyeksi Surplus ke Depan

Pemerintah optimistis neraca perdagangan akan kembali surplus pada bulan-bulan mendatang. Data BPS menunjukkan harga minyak mentah dunia telah turun ke level 82,82 dolar AS per barel pada Mei dan Juni 2026. Penurunan ini diharapkan dapat mengurangi defisit migas secara signifikan.

"Ke depan mudah-mudahan harga minyaknya sudah mulai turun, sehingga defisit migas mudah-mudahan mulai berkurang. Sehingga hitungan kita mestinya di bulan-bulan depan bisa balik lagi ke surplus," jelas Susiwijono.

Data Terkini Neraca Perdagangan

Berikut data neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026:

Komponen Nilai (Miliar USD)
Defisit Perdagangan Migas 3,76
Surplus Perdagangan Non-Migas 2,15
Defisit Neraca Perdagangan Total 1,61

Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari-Mei 2026 masih mencatat surplus 4,03 miliar dolar AS. Pemerintah berharap tren penurunan harga minyak dapat memperbaiki kinerja perdagangan migas dan membawa neraca kembali ke zona positif.

Dengan harga minyak yang terus menunjukkan tren turun, optimisme pemerintah untuk melihat neraca perdagangan surplus kembali bukan tanpa alasan. Masyarakat pun dapat berharap stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah dinamika global.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#harga minyak dunia #neraca perdagangan #surplus #defisit #migas

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner