JAVASCORNER.CO.ID, MAGETAN - Seorang pria di SPBU Maospati, Magetan, melayangkan protes keras setelah menduga QR Code MyPertamina miliknya digunakan oleh orang asing untuk mengisi BBM subsidi. Peristiwa ini viral di media sosial pada 22 Mei 2026, memicu kekhawatiran tentang keamanan data dan penyalahgunaan kuota subsidi.
Kronologi Kejadian
Kabar ini pertama kali ramai di Facebook, lalu diunggah akun Instagram @wartamagetan dan dibagikan ulang oleh Threads @medhioen.ae. Dalam unggahan, terlihat seorang bapak-bapak memprotes keras petugas SPBU karena barcode subsidi BBM-nya telah dipakai pihak tak bertanggung jawab.
"Di Facebook lagi ramai kalau di Pom Maospati ada Bapak-bapak protes barcode BBM subsidinya ada yang memakai. Ya, semoga segera ada kejelasan buat perkara ini," tulis takarir yang beredar. Insiden ini langsung menjadi sorotan netizen terkait keamanan data.
Risiko Cetak QR Code di Pihak Ketiga
Banyak masyarakat memanfaatkan jasa cetak pihak ketiga untuk membuat kartu QR Code MyPertamina agar lebih praktis. Namun, praktik ini menyimpan bahaya besar. Berikut risiko yang mengintai:
- Penyalahgunaan Data: Penyedia jasa nakal bisa menyalin QR Code Anda dan menggunakannya sendiri atau menjualnya.
- Kuota Subsidi Habis: Jika QR Code digunakan kendaraan lain, kuota harian Anda bisa terkuras sebelum sempat dipakai.
- Sanksi Pemblokiran: Sistem Pertamina dapat mendeteksi ketidaksesuaian dan memblokir akun Anda.
Tips Aman Menjaga QR Code
Agar kejadian serupa tidak terulang, masyarakat diimbau melakukan langkah pencegahan berikut:
- Cetak Secara Mandiri: Unduh dan cetak sendiri QR Code menggunakan printer pribadi.
- Awasi Proses Cetak: Jika menggunakan jasa pihak ketiga, pastikan file langsung dihapus setelah dicetak.
- Gunakan Aplikasi MyPertamina: Tampilkan QR Code langsung dari ponsel agar lebih aman.
- Cek Riwayat Transaksi: Pantau secara berkala di aplikasi untuk mendeteksi transaksi mencurigakan.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap SPBU Maospati dan Pertamina segera memberikan solusi sistem verifikasi yang lebih ketat. Jangan sampai aksi pencurian kuota subsidi merugikan warga yang berhak.