Beberapa hari terakhir, jagat media sosial dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan puluhan warga berbondong-bondong mengambil kardus dan kotak susu yang berserakan di jalan. Kejadiannya di Jalan Raya Ponorogo–Trenggalek, persis di depan SMPN 1 Jetis. Dalam rekaman itu, sekilas terlihat seperti aksi penjarahan. Tapi, ternyata ceritanya beda.
Insiden itu terjadi Jumat malam, sekitar jam 11-an. Sebuah truk pengangkut susu kemasan mengalami kecelakaan tunggal. Penyebabnya klasik: ban pecah. Sopir yang bernama Zahid Ahmad Farid, warga berusia 25 tahun, kehilangan kendali. Truk yang melaju dari arah Trenggalek menuju Ponorogo itu tiba-tiba oleng ke kanan dan akhirnya terguling.
Otomatis, muatan susu kotak yang ada di dalam truk berhamburan ke aspal. Melihat kejadian itu, warga sekitar langsung berdatangan. Bukan cuma nonton, mereka ikut sibuk memunguti susu-susu yang berserakan. Video aksi mereka pun viral dan langsung menuai komentar miring. Banyak yang menyebut warga melakukan penjarahan.
Kapolsek Jetis, AKP Suprapto, langsung angkat bicara. Menurutnya, apa yang dilakukan warga itu bukan penjarahan liar. Justru sebaliknya, mereka sudah dapat izin dari sopir. "Dari video yang beredar, seakan-akan warga berebut. Padahal, mereka itu membantu evakuasi dan sudah diizinkan sama pemilik muatan," jelasnya.
Jadi ceritanya, warga hanya mengambil susu-susu yang kemasannya sudah rusak atau penyok. Susu yang masih bagus dan layak jual tetap diamankan. Sisanya yang sudah tidak mungkin dijual itu, oleh sopir dipersilakan untuk diambil warga. Hitung-hitung sebagai ucapan terima kasih karena sudah membantu mengangkat dan membersihkan sisa-sisa kecelakaan.
Jadi, daripada dibilang menjarah, lebih tepatnya warga dapat rezeki nomplok di tengah malam. Yang jelas, kejadian ini sudah selesai dan nggak ada masalah hukum lanjutan.