Javas Corner - Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, kembali menjadi sasaran serangan kelompok Houthi asal Yaman pada Minggu (11/10/2026). Serangan terbaru ini terjadi sehari setelah serangan mematikan yang menewaskan sedikitnya belasan orang dan menyebabkan ratusan lainnya terluka.
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyatakan bahwa sebuah proyektil menghantam kawasan bandara hingga memicu kebakaran. Sistem pertahanan udara juga berhasil mencegat rudal lain di dekat lokasi. Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi mengonfirmasi adanya sejumlah korban luka, tetapi belum merinci jumlahnya. Petugas masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui tingkat kerusakan.
Wartawan AFP dan warga setempat melaporkan terdengarnya beberapa ledakan di Riyadh. "Burung-burung menjadi panik setelah mendengar suara itu. Seluruh rumah berguncang," kata seorang warga Al-Aarid, kawasan utara Riyadh, seperti dikutip dari Kompas.com.
Houthi mengaku melancarkan sejumlah serangan dalam 24 jam terakhir, termasuk terhadap bandara Riyadh. Kelompok yang didukung Iran tersebut juga mengancam akan terus menyerang pusat-pusat transportasi Arab Saudi yang disebut sebagai medan operasi bagi pasukan Houthi.
Serangan turut menyasar Bandara Dammam di wilayah timur Arab Saudi. Koalisi Saudi sebelumnya melaporkan sebuah proyektil jatuh di dekat bandara tersebut pada Sabtu (10/10/2026). Militer Saudi juga mengumumkan keberhasilan menembak jatuh sebuah pesawat nirawak atau drone di wilayah timur.
Serangan pada Sabtu menjadi insiden paling mematikan di Arab Saudi sejak pengeboman bunuh diri pada 2015. Menurut otoritas penerbangan sipil, korban tewas terdiri dari empat warga Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. Sebanyak 309 orang lainnya mengalami luka-luka. Kedutaan Besar India kemudian mengonfirmasi seorang warga negaranya meninggal pada Minggu akibat luka yang diderita sehari sebelumnya.
Seorang saksi berusia 32 tahun menggambarkan kepanikan yang terjadi sesaat setelah serangan menghantam bandara. Situasi tersebut tentu membuat warga Arab Saudi dilanda kekhawatiran akan eskalasi konflik yang semakin memanas.
Eskalasi serangan ini menjadi perhatian dunia internasional. Banyak pihak mendesak agar konflik segera diredakan melalui jalur diplomasi. Serangan terhadap fasilitas sipil seperti bandara sangat membahayakan keselamatan warga sipil dan dapat memperburuk situasi kemanusiaan di kawasan. Semoga situasi segera kondusif dan tidak menimbulkan korban jiwa yang lebih banyak lagi.
#Houthi #ArabSaudi #BandaraRiyadh #Riyadh #Yaman #TimurTengah #BeritaInternasional #Konflik #KeselamatanSipil #JavasCorner