JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) angkat bicara soal keluhan influencer Julian Adityo Suwardi atau Aa Juju terkait gangguan teknis pada unit Hyundai Ioniq 5 miliknya. Keluhan tersebut viral di media sosial, memicu gelombang kritik publik terhadap layanan purnajual merek asal Korea Selatan itu.
Kronologi Gangguan Ioniq 5
Masalah bermula saat sistem pengisian daya cepat (DC kilat) pada kendaraan listrik tersebut menolak arus tegangan tinggi. Pemilik terpaksa beralih ke pengisian lambat AC, namun tak lama kemudian seluruh sistem kelistrikan kendaraan mendadak mati total.
Pemeriksaan awal tim teknisi menunjukkan aki bantu 12 Volt mengalami pengosongan daya drastis. Fenomena ini diduga dipicu aktivitas penguncian darurat saat kendaraan diparkir paralel, yang membuat komputer kendaraan tetap aktif dan menyedot arus baterai sekunder.
Gangguan berlanjut pada head unit yang mati total. Proses perbaikan berlarut karena teknisi kesulitan menemukan sumber kerusakan sistem komunikasi data modul elektronik, hingga pemilik mencari panduan teknis darurat secara mandiri via internet.
Respons Resmi Hyundai
Menanggapi gelombang kritik, Head of Brand Interactive HMID, Rouli Sijabat, menyatakan pihaknya tengah melakukan penanganan dan penelusuran menyeluruh untuk memastikan solusi terbaik bagi pelanggan.
Setelah tekanan publik, Supervisor Penjualan Hyundai Gowa Fatmawati, Widay, menyampaikan permohonan maaf terbuka melalui video di Instagram pada Kamis (20/8/2026).
"Saya Widay, atas nama pribadi berniat ingin meminta maaf kepada Kakak Juju atas sikap pelayanan saya yang tidak baik dan tidak semestinya," ujarnya dalam video tersebut.
Widay juga menyatakan siap menerima konsekuensi atas sikapnya yang dinilai melanggar standar diler, dan menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi internal untuk meningkatkan kualitas layanan ke depan.
Dampak dan Harapan
Insiden ini menjadi sorotan tajam warganet, terutama terkait edukasi sales yang kurang memadai soal fitur parkir paralel dan penanganan keluhan pelanggan. Praktisi humas pun menyoroti kelemahan komunikasi antara staf penjual dan teknisi diler.
Proses penanganan teknis dan penelusuran menyeluruh terhadap unit Ioniq 5 terkait masih terus berjalan. Publik berharap Hyundai segera memberikan solusi konkret dan transparan, agar kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik merek ini tidak terkikis.