JAVASCORNER.CO.ID, TUBAN - Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu kantin sekolah menegur dan melarang penjual pentol keliling berjualan di depan SDN Sumur Cinde 1, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (20/8) sekitar pukul 15.00 WIB dan memicu beragam reaksi warganet. Pihak sekolah pun angkat bicara, menegaskan bahwa pelarangan tersebut bukan karena persaingan usaha, melainkan demi keselamatan para siswa.
Kronologi Kejadian
Dalam rekaman yang beredar, tampak seorang wanita yang diduga pedagang kantin sekolah beradu mulut dengan penjual pentol keliling. Wanita itu terlihat melarang keras penjual pentol untuk mangkal di area sekolah, terutama saat kegiatan ekstrakurikuler berlangsung. Aksi tersebut menarik perhatian warga sekitar hingga akhirnya diunggah ke platform digital.
Video itu pun cepat menyebar dan menuai komentar beragam. Banyak warganet yang menyayangkan tindakan pelarangan tersebut karena dinilai mematikan rezeki pedagang kecil.
Klarifikasi Pihak Sekolah
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak penjaga sekolah memberikan klarifikasi resmi. Mereka menegaskan bahwa tindakan melarang pedagang luar mangkal di depan gerbang bukanlah masalah persaingan usaha, melainkan demi keselamatan siswa.
Lokasi SDN Sumur Cinde 1 yang berada persis di tepi jalan raya utama dengan lalu lintas kendaraan cukup padat menjadi pertimbangan utama. Keberadaan penjual makanan keliling di area gerbang dikhawatirkan memicu kerumunan siswa yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka saat berbelanja.
"Area depan sekolah cukup rawan karena berada di pinggir jalan raya yang ramai. Pelarangan ini murni demi menjaga keselamatan anak-anak agar tidak berkerumun di pinggir jalan saat jam kegiatan sekolah," ujar pihak penjaga sekolah dalam klarifikasinya.
Reaksi Warganet
Hingga saat ini, video tersebut masih terus hangat diperbincangkan di media sosial. Pihak sekolah pun mengimbau masyarakat untuk melihat permasalahan secara utuh dan mengutamakan keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi dan pemahaman bersama antara pedagang, sekolah, dan masyarakat, demi kebaikan bersama, terutama keselamatan anak didik.