JAVASCORNER.CO.ID, DURA - Pasukan Israel menghancurkan rumah seorang teroris Palestina yang terlibat dalam serangan penembakan mematikan di Tepi Barat pada 2024. Operasi militer ini dilakukan di kota Dura, Tepi Barat selatan, pada 14 Maret 2026 pagi.
Operasi Militer di Dura
Asap dan debu mengepul saat IDF menghancurkan rumah Azmi Nader Abu Halill. Militer Israel menyatakan operasi ini sebagai tindakan terhadap teroris yang terlibat serangan tahun 2024.
Rumah tersebut rata dengan tanah dalam operasi pagi hari. Foto-foto menunjukkan bangunan hancur total di tengah kepulan debu.
Abu Halill merupakan salah satu dari dua pelaku penembakan bus tahun 2024. Rumah teroris kedua, Ezz Aldin Malluh, sudah dihancurkan tahun sebelumnya.
Latar Belakang Serangan 2024
Pada 11 Desember 2024, dua teroris Palestina menembaki bus yang melintas di al-Khader. Bus tersebut sedang dalam perjalanan dari pemukiman Beitar Ilit menuju Yerusalem.
Yehoshua Aharon Tuvia Simha, bocah 12 tahun, tewas dalam insiden itu. Beberapa penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Serangan terjadi saat bus melewati persimpangan di kota al-Khader. Lokasi ini berada di Tepi Barat yang menjadi area konflik berkepanjangan.
Kebijakan Penghancuran Rumah
Israel memiliki kebijakan menghancurkan rumah warga Palestina yang dituduh melakukan serangan teror mematikan. Tindakan ini sering memicu kritik dari kelompok hak asasi manusia internasional.
Pemerintah Israel membela kebijakan ini sebagai bentuk pencegahan. Mereka berargumen tindakan tersebut mengurangi motivasi melakukan teror.
Operasi di Dura terjadi di tengah ketegangan regional yang meningkat. Konflik Israel dengan kelompok bersenjata di kawasan terus berlanjut.
Masyarakat internasional terus memantau perkembangan situasi di Tepi Barat. Upaya perdamaian masih menjadi harapan banyak pihak meski realitas di lapangan seringkali berbanding terbalik.