India resmi menjadi anggota baru dalam kerangka kerja sama teknologi strategis yang dipimpin Amerika Serikat, Pax Silica. Langkah ini menempatkan New Delhi sejajar dengan Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan Israel dalam sebuah aliansi yang bertujuan mengurangi dominasi China di sektor semikonduktor dan manufaktur canggih.
Keputusan ini diumumkan di tengah memanasnya persaingan teknologi antara Washington dan Beijing. Pax Silica sendiri merupakan inisiatif yang fokus pada penguatan rantai pasok global yang aman, melalui desain dan fabrikasi semikonduktor serta riset teknologi mutakhir. Ini adalah respons kolektif negara-negara demokrasi untuk mengamankan teknologi strategis dari pengaruh pusat produksi yang selama ini didominasi China.
Duta Besar AS, Sergio Gor, menegaskan bahwa bergabungnya India bukan sekadar langkah simbolis. “Pax Silica akan menjadi kelompok negara-negara yang percaya bahwa teknologi harus memberdayakan masyarakat bebas dan pasar bebas. Masuknya India itu strategis, itu esensial,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Keputusan ini juga menandai mencairnya hubungan Washington-New Delhi yang sebelumnya sempat tegang akibat pembelian minyak Rusia oleh India. Sebagai bagian dari kesepakatan, Perdana Menteri Narendra Modi setuju untuk menghentikan impor minyak mentah dari Rusia. Respons positif langsung datang dari Presiden Donald Trump yang mengumumkan penurunan tarif impor barang India dari 25% menjadi 18%, sekaligus mencabut bea tambahan sebesar 25%.
Kombinasi antara konsesi dagang dan kolaborasi teknologi ini menunjukkan adanya konvergensi strategis yang lebih luas. Kerja sama kini tidak hanya terbatas pada perdagangan, tetapi juga merambah ke teknologi dan pertahanan. Bagi Amerika Serikat, India kini diposisikan sebagai mitra kunci di kawasan Indo-Pasifik untuk menyeimbangkan pengaruh China yang semakin ekspansif.
Gor menambahkan, potensi kerja sama kedua negara ke depan sangat terbuka lebar. Menurutnya, dari kesepakatan dagang, kolaborasi di Pax Silica, hingga kerja sama pertahanan, semuanya menunjukkan bahwa hubungan AS-India memasuki babak baru yang lebih erat dan strategis.