JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Indonesia melalui Kementerian Pertahanan resmi menyepakati pembelian sistem rudal BrahMos dari India. Kesepakatan senilai 450 juta dolar AS ini bagian dari program modernisasi alat utama sistem persenjataan TNI, khususnya di sektor maritim.
Kesepakatan Resmi
Kepala Humas Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengonfirmasi kesepakatan tersebut. Ia menyebut pembelian rudal BrahMos mencerminkan kerja sama erat Indonesia-India di bidang industri pertahanan.
"Kerja sama ini bagian dari program modernisasi alutsista," kata Rico kepada Indonesia Defense Magazine, Senin (9/3). Ia menekankan penguatan kemampuan pertahanan maritim Indonesia.
Rico menambahkan kerja sama tersebut memperkuat kemitraan strategis kedua negara. Tujuannya menjaga stabilitas keamanan kawasan Indo-Pasifik.
Nilai Kerja Sama
India Today melaporkan kesepakatan bernilai 450 juta dolar AS pada 27 Januari 2025. Laporan itu menyebut Indonesia menyelesaikan pembelian sistem rudal BrahMos.
Panglima Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Romeo S Brawner Jr membocorkan informasi serupa. Ia menyebutnya di sela Dialog Raisina 2026 di New Delhi pekan lalu.
"Filipina negara pertama membeli BrahMos. Sekarang Indonesia membeli sistem yang sama," kata Brawner kepada media. Ia mengaku senang dengan pembelian Filipina dan berharap kerja sama berlanjut.
Respons Regional
Pembelian rudal BrahMos oleh Indonesia mendapat perhatian negara-negara kawasan. Filipina menyambut positif langkah Indonesia mengakuisisi sistem senjata yang sama.
Jenderal Brawner menyampaikan harapannya bisa berbisnis lagi dengan India. Pernyataan itu disampaikan kepada Asian News International, Senin (9/3).
Panglima Angkatan Bersenjata India Jenderal Anil Chauhan telah membahas kerja sama rudal BrahMos sebelumnya. Ia bertemu Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta, 28 Oktober 2025.
Modifikasi Sukhoi
India menawarkan kerja sama modifikasi jet tempur Sukhoi Su-27/30 TNI AU. Modifikasi memungkinkan pesawat tempur Indonesia membawa rudal BrahMos.
Wamenhan RI Donny Ermawan Taufanto mengonfirmasi penawaran tersebut. "Memang ditawarkan memodifikasi Sukhoi kita untuk bisa membawa BrahMos," kata Donny usai pertemuan dengan Jenderal Chauhan.
Modernisasi alutsista TNI terus berjalan dengan berbagai kerja sama internasional. Pembelian rudal BrahMos menjadi langkah strategis memperkuat deterensi pertahanan Indonesia.