Pemerintah Inggris kembali menjadi sorotan setelah terungkap investasinya dalam teknologi pengintai yang dikembangkan Israel. Meski secara publik sering mengkritik kebijakan Israel di Palestina, sejumlah kepolisian di Inggris menggunakan perangkat lunak dari perusahaan Israel seperti Cellebrite, BriefCam, dan Corsight. Teknologi ini banyak diuji coba terhadap warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat, menimbulkan kontroversi hak asasi.
- Penggunaan Spyware Israel di Inggris
- Teknologi dan Kontrak yang Terungkap
- Kritik dan Desakan untuk Berhenti
Penggunaan Spyware Israel di Inggris
Inggris menghadapi tekanan atas penggunaan spyware Israel oleh institusi penegak hukumnya. Kontrak-kontrak ini bernilai ratusan ribu poundsterling dan melibatkan berbagai kepolisian, termasuk City of London Police dan British Transport Police. Kelompok hak asasi mengecam langkah ini karena teknologi tersebut dikembangkan dalam konteks pendudukan dan pelanggaran HAM terhadap warga Palestina.
Implikasi bagi Komitmen Hak Asasi
Penggunaan teknologi yang lahir dari praktik apartheid dan penindasan dianggap tidak sejalan dengan komitmen hak asasi yang dijunjung Inggris. Para aktivis mendesak pemerintah untuk menghentikan kerja sama dengan perusahaan spyware Israel. Hingga saat ini, Kementerian Dalam Negeri Inggris enggan memberikan komentar resmi terkait masalah ini.
Teknologi dan Kontrak yang Terungkap
Cellebrite mengembangkan perangkat yang mampu menembus sistem keamanan ponsel, digunakan secara luas oleh militer Israel terhadap warga Palestina. Teknologi ini telah mengekstrak data dari ribuan tahanan, menimbulkan kekhawatiran atas privasi dan keadilan. BriefCam menyediakan perangkat lunak pengawasan dengan fitur pengenalan wajah yang diterapkan di Yerusalem Timur.
Peran Corsight dalam Pengawasan
Corsight, melalui subkontrak dengan perusahaan Inggris, dipilih Kementerian Dalam Negeri untuk memperluas penggunaan mobil van pengenalan wajah di Inggris. Ini menunjukkan betapa dalamnya integrasi teknologi spyware Israel dalam sistem keamanan Inggris. Investasi ini menimbulkan pertanyaan tentang etika dan dampaknya terhadap hak asasi manusia.
Kritik dan Desakan untuk Berhenti
Para aktivis mendesak pemerintah Inggris untuk menghentikan kerja sama dengan perusahaan spyware Israel. Mereka menilai penggunaan teknologi yang lahir dari praktik apartheid dan penindasan tidak sejalan dengan komitmen hak asasi yang dijunjung Inggris. Sorotan ini memperkuat kritik atas konsistensi kebijakan luar negeri Inggris terkait Israel dan Palestina.
Dampak Jangka Panjang
Kontroversi ini dapat mempengaruhi reputasi Inggris di mata internasional, terutama dalam hal hak asasi manusia. Penggunaan spyware Israel oleh Inggris menjadi contoh bagaimana teknologi pengintai dapat menyebar dari konflik ke negara lain. Ini menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam adopsi teknologi keamanan.