Politik

Inggris di Bawah Sorotan: Penggunaan Spyware Israel dan Kontroversi Hak Asasi

Ujang Trisno Ujang Trisno 27 Feb 2026 03:19 50 Views
spyware Israel Inggris

Pemerintah Inggris kembali menjadi sorotan setelah terungkap investasinya dalam teknologi pengintai yang dikembangkan Israel. Meski secara publik sering mengkritik kebijakan Israel di Palestina, sejumlah kepolisian di Inggris menggunakan perangkat lunak dari perusahaan Israel seperti Cellebrite, BriefCam, dan Corsight. Teknologi ini banyak diuji coba terhadap warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat, menimbulkan kontroversi hak asasi.

Penggunaan Spyware Israel di Inggris

Inggris menghadapi tekanan atas penggunaan spyware Israel oleh institusi penegak hukumnya. Kontrak-kontrak ini bernilai ratusan ribu poundsterling dan melibatkan berbagai kepolisian, termasuk City of London Police dan British Transport Police. Kelompok hak asasi mengecam langkah ini karena teknologi tersebut dikembangkan dalam konteks pendudukan dan pelanggaran HAM terhadap warga Palestina.

Implikasi bagi Komitmen Hak Asasi

Penggunaan teknologi yang lahir dari praktik apartheid dan penindasan dianggap tidak sejalan dengan komitmen hak asasi yang dijunjung Inggris. Para aktivis mendesak pemerintah untuk menghentikan kerja sama dengan perusahaan spyware Israel. Hingga saat ini, Kementerian Dalam Negeri Inggris enggan memberikan komentar resmi terkait masalah ini.

Teknologi dan Kontrak yang Terungkap

Cellebrite mengembangkan perangkat yang mampu menembus sistem keamanan ponsel, digunakan secara luas oleh militer Israel terhadap warga Palestina. Teknologi ini telah mengekstrak data dari ribuan tahanan, menimbulkan kekhawatiran atas privasi dan keadilan. BriefCam menyediakan perangkat lunak pengawasan dengan fitur pengenalan wajah yang diterapkan di Yerusalem Timur.

Peran Corsight dalam Pengawasan

Corsight, melalui subkontrak dengan perusahaan Inggris, dipilih Kementerian Dalam Negeri untuk memperluas penggunaan mobil van pengenalan wajah di Inggris. Ini menunjukkan betapa dalamnya integrasi teknologi spyware Israel dalam sistem keamanan Inggris. Investasi ini menimbulkan pertanyaan tentang etika dan dampaknya terhadap hak asasi manusia.

Kritik dan Desakan untuk Berhenti

Para aktivis mendesak pemerintah Inggris untuk menghentikan kerja sama dengan perusahaan spyware Israel. Mereka menilai penggunaan teknologi yang lahir dari praktik apartheid dan penindasan tidak sejalan dengan komitmen hak asasi yang dijunjung Inggris. Sorotan ini memperkuat kritik atas konsistensi kebijakan luar negeri Inggris terkait Israel dan Palestina.

Dampak Jangka Panjang

Kontroversi ini dapat mempengaruhi reputasi Inggris di mata internasional, terutama dalam hal hak asasi manusia. Penggunaan spyware Israel oleh Inggris menjadi contoh bagaimana teknologi pengintai dapat menyebar dari konflik ke negara lain. Ini menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam adopsi teknologi keamanan.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#spyware Israel #pengawasan #hak asasi #teknologi #Inggris

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner