Internasional

Iran Ancam Balas AS Usai Kapal Dagang Disita di Selat Hormuz

Raka Pratama Raka Pratama 21 Apr 2026 10:50 69 Views
Iran ancam balas AS usai kapal dagang disita di Selat Hormuz

Iran ancam balas AS usai kapal dagang disita di Selat Hormuz

JAVASCORNER.CO.ID, TEHERAN - Pemerintah Iran mengancam akan membalas tindakan Amerika Serikat yang menyita kapal dagangnya di perairan Teluk Oman. Ancaman ini disampaikan Selasa (21 April 2026) oleh juru bicara militer Iran, Letkol Ebrahim Zolfaghari, menyusul eskalasi ketegangan yang melumpuhkan jalur strategis Selat Hormuz.

Eskalasi Konflik di Selat Hormuz

Kapal dagang Iran disita oleh pasukan militer AS di perairan Teluk Oman. Insiden ini terjadi di dekat Selat Hormuz, jalur vital bagi 20% pasokan minyak dunia.

Penyitaan dilakukan berdasarkan tuduhan pelanggaran sanksi internasional. Namun, Iran menolak klaim tersebut dan menyebutnya sebagai pembajakan bersenjata.

Blokade yang meningkat membuat lalu lintas kapal di selat itu terhenti total. Operator pelabuhan melaporkan penundaan pengiriman minyak ke berbagai negara.

Kronologi Insiden

Menurut sumber militer AS, penyitaan terjadi pada Senin (20 April 2026) pagi waktu setempat. Kapal kargo Iran MV Pars ditahan setelah menolak pemeriksaan.

Awak kapal terdiri dari 25 pelaut Iran. Mereka kini ditahan di pangkalan militer AS di Bahrain untuk investigasi lebih lanjut.

Respons Militer Iran

Letkol Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Komando Militer Khatam al-Anbiya, menyatakan angkatan bersenjata Iran tidak akan diam. "Tindakan ini adalah pelanggaran kedaulatan yang tidak bisa kami tolerir," tegasnya dalam konferensi pers di Teheran.

Zolfaghari menambahkan bahwa Iran telah menyiapkan berbagai opsi respons. Termasuk di antaranya adalah pembalasan militer terukur di wilayah yang sama.

Peringatan Resmi

Kementerian Luar Negeri Iran telah memanggil diplomat AS di Teheran. Mereka menyerahkan nota protes resmi yang menuntut pembebasan kapal dan awaknya segera.

Pemerintah Iran juga mengirimkan keluhan ke Dewan Keamanan PBB. Mereka meminta intervensi untuk mencegah konflik yang lebih luas.

Posisi Angkatan Laut Iran

Armada Angkatan Laut Iran meningkatkan patroli di Teluk Oman. Beberapa kapal perang dilaporkan bergerak mendekati posisi kapal AS di wilayah tersebut.

Latihan militer terjadwal dibatalkan untuk fokus pada situasi darurat ini. Pasukan siaga diperintahkan waspada penuh 24 jam.

Dampak Global dan Reaksi Internasional

Harga minyak mentah dunia melonjak 8% setelah pengumuman penyitaan. Brent crude mencapai US$98 per barel, level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Pasar saham Asia merespons negatif dengan penurunan rata-rata 2%. Investor khawatir gangguan pasokan energi akan memperlambat pemulihan ekonomi global.

Respons Negara Lain

  1. Arab Saudi menyerukan deeskalasi melalui dialog diplomatik
  2. Uni Eropa mengusulkan pertemuan darurat negara-negara Teluk
  3. Rusia mendukung hak Iran atas perairan teritorialnya
  4. Tiongkok menawarkan mediasi antara kedua belah pihak

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengadakan rapat darurat. Mereka membahas rencana cadangan jika produksi minyak terganggu berkepanjangan.

Latar Belakang Ketegangan

Hubungan Iran-AS telah tegang sejak pembatalan kesepakatan nuklir 2015. Sanksi ekonomi AS terhadap Iran semakin diperketat dalam beberapa tahun terakhir.

Selat Hormuz menjadi titik panas geopolitik selama beberapa dekade. Lebih dari sepertiga minyak yang diperdagangkan melalui laut melewati selat selebar 39 km ini.

Insiden Sebelumnya

  • 2019: Iran menembak jatuh drone AS di selat yang sama
  • 2021: Kapal tanker Israel diserang di dekat Oman
  • 2023: Latihan militer gabungan AS-Iran nyaris bentrok
  • 2025: Negosiasi nuklir terhenti tanpa kesepakatan

Pakar keamanan internasional memperingatkan risiko konflik terbuka. Mereka menekankan pentingnya saluran komunikasi yang tetap terbuka meski dalam ketegangan tinggi.

Masyarakat internasional berharap krisis ini dapat diselesaikan melalui jalur diplomatik. Stabilitas kawasan Teluk Persia penting bagi keamanan energi dan ekonomi dunia.

Raka Pratama

// Verified Author

Raka Pratama

Staff Redaksi

Meliput berita harian dan pembaruan industri IT di Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#Iran #Amerika Serikat #Selat Hormuz #geopolitik #konflik

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner