Internasional

Iran Bantah Klaim Trump Soal Negosiasi di Tengah Perang

Raka Pratama Raka Pratama 24 Mar 2026 08:43 59 Views
Iran Bantah Klaim Trump Soal Negosiasi di Tengah Perang

Iran Bantah Klaim Trump Soal Negosiasi di Tengah Perang

JAVASCORNER.CO.ID, TEHERAN - Iran secara resmi membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan adanya pembicaraan antara kedua negara. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan tidak ada negosiasi yang dilakukan selama 24 hari terakhir konflik bersenjata.

Penolakan Resmi Iran

Esmaeil Baghaei menyampaikan penolakan tegas pada Senin 23 Maret 2026. "Posisi Republik Islam Iran mengenai Selat Hormuz dan syarat untuk mengakhiri perang yang dipaksakan tidak berubah," ujarnya seperti dikutip Press TV.

Menurut Baghaei, Iran telah menerima pesan melalui negara-negara sahabat mengenai permintaan AS untuk bernegosiasi. Namun Teheran memberikan respons berdasarkan prinsip-prinsip yang dianut Republik Islam.

Latar Belakang Konflik

Ketegangan memuncak setelah Trump memberikan ultimatum 48 jam kepada Iran. Presiden AS meminta pembukaan Selat Hormuz yang strategis atau menghadapi serangan terhadap pembangkit listrik Iran.

Trump kemudian mengklaim telah memerintahkan Pentagon menangguhkan rencana serangan. Ia menyatakan pembicaraan sedang berlangsung dengan Iran - klaim yang langsung dibantah Teheran.

Serangan Awal

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan ini menewaskan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei bersama beberapa komandan militer dan warga sipil.

Iran menilai serangan tersebut dilakukan tanpa provokasi sebelumnya.

Respons dan Ancaman Iran

Menanggapi ultimatum Trump, Iran mengeluarkan peringatan keras. Negara tersebut berjanji akan menargetkan infrastruktur energi Israel dan negara regional mana pun yang mendukung aksi militer anti-Iran.

Baghaei menekankan angkatan bersenjata Iran akan memberikan respons "tegas, segera, dan efektif" terhadap serangan apa pun.

Serangan Balasan

Sebagai balasan atas serangan AS-Israel, Iran telah melancarkan serangkaian operasi militer. Serangan rudal dan drone diarahkan ke pangkalan-pangkalan Amerika di seluruh wilayah Timur Tengah dan wilayah yang diduduki Israel.

Pernyataan Pejabat Lain

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mendukung pernyataan Baghaei. Melalui akun X, ia menyatakan tidak ada pembicaraan yang dilakukan dengan Amerika Serikat selama perang berlangsung.

"Berita palsu seperti itu bertujuan untuk memanipulasi pasar keuangan dan minak," tulis Ghalibaf. "Rakyat kami menginginkan hukuman yang setimpal bagi para agresor."

Upaya Mediasi Gagal

Para pejabat Arab mengaku upaya mediasi antara Teheran dan Washington belum membuahkan hasil. Negosiasi menemui jalan buntu meski berbagai upaya telah dilakukan.

Syarat Menghentikan Perang

Iran menyampaikan tiga syarat utama untuk menghentikan operasi pembalasan:

  1. Jaminan bahwa perang tidak akan terulang kembali
  2. Penutupan pangkalan militer AS di wilayah Timur Tengah
  3. Pembayaran kompensasi atas kerusakan infrastruktur militer dan sipil Iran

Tanpa pemenuhan syarat-syarat ini, Iran menyatakan akan terus memberikan respons terhadap setiap agresi.

Situasi di Selat Hormuz tetap menjadi perhatian internasional. Jalur pelayaran strategis ini mengalirkan sekitar 20% minyak dunia. Ketegangan antara Iran dan AS berpotensi mengganggu pasokan energi global dan stabilitas regional.

Raka Pratama

// Verified Author

Raka Pratama

Staff Redaksi

Meliput berita harian dan pembaruan industri IT di Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#Iran #Donald Trump #Amerika Serikat #Timur Tengah #Selat Hormuz

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Pelecehan Seksual: Kenali Bentuknya, Berani Melawan, Jangan Diam

Thumbnail

HIV di Kalangan Anak Muda: Kenali, Cegah, dan Jangan Dikucilkan

Thumbnail

Judol: Narkoba Digital yang Menguras Rekening dan Menghancurkan Masa Depan

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner