JAVASCORNER.CO.ID, TEHERAN - Iran sedang mengembangkan sistem verifikasi dan registrasi baru untuk kapal yang melintasi Selat Hormuz. Langkah ini merupakan bagian dari transisi menuju blokade "selektif" di jalur air strategis tersebut, seperti dilaporkan Lloyd's List, layanan berita dan analisis maritim terkemuka.
Sistem Verifikasi Baru
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bertanggung jawab mengembangkan sistem baru ini. Kapal-kapal yang ingin menggunakan rute yang disetujui harus mengomunikasikan detail luas mengenai kepemilikan dan tujuan kargo sebelum transit.
Komunikasi dilakukan melalui serangkaian individu yang berafiliasi dengan Iran namun beroperasi di luar negeri. Proses ini masih berlangsung kasus per kasus sementara sistem formal disiapkan.
Persyaratan untuk Kapal
Menurut laporan Lloyd's List pada Rabu, kapal harus menyediakan informasi:
- Detail kepemilikan kapal
- Tujuan dan jenis kargo
- Rencana rute transit
- Informasi awak kapal
Negara dalam Pembicaraan
Beberapa negara telah melakukan pembicaraan langsung dengan Teheran mengenai transit di perairan teritorial Iran. India, Pakistan, Irak, Malaysia, dan China termasuk di antara negara-negara yang sedang bernegosiasi.
Pembicaraan ini mencerminkan kebutuhan negara-negara tersebut untuk menjaga akses ke Selat Hormuz. Sekitar 20% minyak dunia melewati selat sempit ini setiap hari.
Dampak pada Lalu Lintas
Lalu lintas melalui Selat Hormuz telah anjlok 95% sejak tiga pekan terakhir. Penurunan drastis ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran.
Pasar energi global merasakan dampak signifikan dari penurunan ini. Harga minyak mengalami volatilitas tinggi selama periode tersebut.
Statistik Transit Terkini
Data menunjukkan perubahan dramatis dalam pola transit:
- Transit harian turun dari rata-rata 50 kapal menjadi kurang dari 3 kapal
- Volume minyak yang transit berkurang lebih dari 18 juta barel per hari
- Asuransi kapal melonjak 300% untuk rute ini
Pernyataan Pejabat Iran
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Selat Hormuz "terbuka, tetapi tertutup bagi musuh-musuh kami." Pernyataan ini menandakan penurunan ketegangan dibandingkan ancaman sebelumnya.
IRGC sebelumnya mengancam akan membakar kapal apa pun yang mencoba melintasi jalur air tersebut. Perubahan retorika ini mungkin mencerminkan pendekatan yang lebih terukur.
Konteks Perang Terkini
Perang antara AS-Israel dan Iran memasuki minggu ketiga. Konflik telah menyebabkan:
- Peningkatan ketegangan di seluruh Timur Tengah
- Kekhawatiran atas keamanan pasokan energi global
- Respons militer dari berbagai negara di kawasan
Pengembangan sistem verifikasi Iran menunjukkan upaya untuk menormalisasi transit sambil mempertahankan kontrol strategis. Langkah ini bisa menjadi model baru untuk mengelola selat vital di tengah konflik bersenjata yang sedang berlangsung. Keberhasilan sistem ini akan sangat bergantung pada kerja sama negara-negara pengguna selat dan stabilitas situasi keamanan regional.