JAVASCORNER.CO.ID, ANTALYA - Pemerintah Iran melontarkan kritik pedas terhadap inkonsistensi sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait ancaman aksi militer terhadap Teheran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menyatakan pernyataan Trump sering kontradiktif dan membingungkan diplomasi internasional dalam Forum Diplomatik Antalya, Turkiye, Sabtu (18/4/2026).
- Kritik Iran terhadap Sikap Trump
- Ancaman Militer dan Respons Iran
- Isu Selat Hormuz dan Tudingan AS
- Implikasi bagi Hubungan Internasional
Kritik Iran terhadap Sikap Trump
Saeed Khatibzadeh tidak menyembunyikan kebingungannya. "Dia mengatakan hal-hal kontradiktif dalam pernyataan yang sama," ujarnya kepada awak media. "Saya tidak tahu persis apa yang dia maksud."
Pejabat Iran itu menyoroti kebiasaan Trump yang aktif di media sosial. Menurutnya, tweet-tweet presiden AS justru memperkeruh situasi keamanan global. Khatibzadeh menegaskan komunikasi seperti ini tidak membantu penyelesaian konflik.
Pernyataan di Media Sosial
Trump dikenal sering menyampaikan kebijakan luar negeri melalui platform X (sebelumnya Twitter). Khatibzadeh mengkritik pendekatan ini:
- Pernyataan tidak terkoordinasi dengan departemen terkait
- Konten sering berubah-ubah dalam waktu singkat
- Membuat interpretasi internasional menjadi rumit
Ancaman Militer dan Respons Iran
Meski mengkritik, Iran menyatakan kesiapan menghadapi segala kemungkinan. "Kami tidak menginginkan konflik bersenjata," kata Khatibzadeh. "Tapi kami tidak akan gentar menghadapi tekanan militer dari Washington."
Peringatan disampaikan dengan tegas. Pejabat Iran itu menegaskan negaranya akan membela kedaulatan sampai titik akhir. "Kami akan berjuang sampai prajurit Iran terakhir," ucapnya.
Komitmen Pertahanan Nasional
Iran menekankan beberapa poin penting:
- Pembelaan bersifat heroik dan patriotik
- Negara akan melindungi wilayah kedaulatannya
- Iran sebagai peradaban tertua memiliki hak mempertahankan diri
Isu Selat Hormuz dan Tudingan AS
Khatibzadeh membantah tuduhan Amerika tentang ancaman keamanan di Selat Hormuz. Menurutnya, Iran justru berupaya memfasilitasi jalur aman bagi kapal komersial.
"Amerika tidak dapat memaksakan kehendak mereka," tegasnya. "Sementara kami dengan niat baik memfasilitasi jalur aman."
Fasilitasi Perdagangan Global
Iran mengklain telah melakukan beberapa upaya:
- Menyediakan pengawalan kapal selama gencatan senjata Israel-Lebanon
- Menjaga stabilitas navigasi di selat strategis tersebut
- Bekerja sama dengan pihak internasional untuk keamanan maritim
Namun upaya ini disebut sengaja digagalkan oleh Amerika Serikat. Khatibzadeh tidak merinci lebih lanjut bagaimana gangguan tersebut terjadi.
Implikasi bagi Hubungan Internasional
Kritik Iran datang di tengah ketegangan yang terus memanas. Khatibzadeh mengingatkan konsekuensi serius jika AS melanggar komitmen internasional.
"Setiap pelanggaran akan memicu konsekuensi serius," ujarnya tanpa menyebutkan bentuk konsekuensi tersebut.
Evaluasi oleh Publik Internasional
Pejabat Iran menyerahkan penilaian kepada publik global. Masyarakat internasional diminta menilai apakah tindakan Trump sesuai hukum internasional.
Forum Diplomatik Antalya menjadi panggung penting bagi penyampaian pesan ini. Diplomat dari berbagai negara hadir dalam pertemuan tahunan tersebut.
Ketegangan Iran-AS terus berlanjut meski perundingan disebut di ujung tanduk. Kritik terhadap gaya komunikasi Trump menambah dimensi baru dalam dinamika hubungan kedua negara. Masyarakat internasional menunggu perkembangan lebih lanjut sambil berharap ketegangan tidak bereskalasi menjadi konflik terbuka.