Politik

Iran Pilih Pakistan Jadi Mediator, DPR RI Soroti Pentingnya Perdamaian

Aditya Nugraha Aditya Nugraha 28 Mar 2026 09:45 80 Views
Iran Pilih Pakistan Jadi Mediator, DPR RI Soroti Pentingnya Perdamaian

Iran Pilih Pakistan Jadi Mediator, DPR RI Soroti Pentingnya Perdamaian

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Iran mengisyaratkan Pakistan dan Turki sebagai mediator dengan Amerika Serikat. Langkah ini muncul di tengah ketegangan konflik dengan Israel dan AS. DPR RI menegaskan Indonesia perlu mengambil posisi tepat dalam merespons dinamika tersebut.

Pilihan Mediator Iran

Pakistan telah menyampaikan proposal AS kepada Teheran. Turki juga ikut menyampaikan pesan antara kedua pihak. Langkah ini menunjukkan Iran mungkin mempertimbangkan diplomasi.

Meski demikian, Iran tetap menolak bernegosiasi dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Penunjukan Pakistan dan Turki sebagai mediator terjadi dalam konteks perang Iran melawan Israel dan AS.

Peran Pakistan

Pakistan memiliki hubungan diplomatik yang panjang dengan Iran. Kedua negara berbagi perbatasan sepanjang 909 kilometer. Islamabad sering menjadi penengah dalam konflik regional.

Negara ini juga memiliki hubungan kompleks dengan Amerika Serikat. Pakistan menerima bantuan militer AS namun menjaga kemitraan dengan Iran.

Peran Turki

Turki memiliki pengalaman sebagai mediator dalam berbagai konflik Timur Tengah. Ankara menjaga hubungan dengan kedua belah pihak dalam konflik ini. Presiden Recep Tayyip Erdogan telah menawarkan jasa mediasi sebelumnya.

Turki adalah anggota NATO namun memiliki kebijakan luar negeri independen. Negara ini berusaha menyeimbangkan hubungan dengan Barat dan negara-negara Muslim.

Respons DPR RI

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta, menegaskan Indonesia perlu mengambil posisi tepat. Posisi tersebut harus sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia.

Menurutnya, tidak terlalu penting siapa yang menjadi mediator. Yang utama adalah menghentikan potensi eskalasi konflik.

Pernyataan Sukamta

"Yang paling utama bukan sekadar siapa yang menjadi mediator," kata Sukamta. "Tetapi bagaimana menghentikan potensi eskalasi konflik, melindungi warga sipil, serta membuka jalan menuju perdamaian berkelanjutan."

Wakil ketua komisi I DPR RI itu menyampaikan pernyataan pada Kamis (26/3). Dia menekankan pentingnya peran aktif Indonesia dalam perdamaian dunia.

Prinsip Diplomasi Indonesia

Sebagai bagian komunitas global, Indonesia diharapkan terus memainkan peran aktif. Diplomasi harus sejuk, konstruktif, dan berorientasi solusi. Pendekatan ini sesuai dengan tradisi politik luar negeri bebas aktif.

Indonesia memiliki pengalaman dalam mediasi konflik internasional. Negara ini pernah menjadi penengah dalam konflik Filipina-Moro dan Kamboja.

Tawaran Mediasi Prabowo

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bersedia menjadi mediator konflik. Dia menawarkan diri untuk memediasi antara AS-Israel dan Iran. Prabowo juga menyatakan kesediaan datang ke Iran.

Tujuannya memulihkan kondisi keamanan yang kondusif. Jika disetujui kedua belah pihak, Presiden siap melakukan perjalanan ke Teheran.

Respons Terhadap Tawaran

Sampai saat ini tidak ada keputusan tegas dari dua kubu berkonflik. Israel-Amerika Serikat dan Iran belum memberikan respons resmi. Tawaran mediasi Prabowo muncul dalam konteks keanggotaan Indonesia di Board of Peace.

Komisi I DPR mendukung Prabowo tetap di Board of Peace. Dukungan ini menunjukkan konsistensi Indonesia dalam upaya perdamaian dunia.

Konteks Internasional

Konflik Iran-Israel telah berlangsung beberapa bulan. Ketegangan meningkat setelah serangan terhadap fasilitas nuklir Iran. Amerika Serikat memberikan dukungan penuh kepada Israel.

Beberapa negara telah menawarkan mediasi sebelumnya. Qatar, Oman, dan Swiss pernah mencoba menjadi penengah. Namun upaya-upaya tersebut belum membuahkan hasil signifikan.

Dampak Konflik Regional

Konflik Iran-Israel telah mempengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah. Krisis energi mulai melanda beberapa negara akibat konflik ini. Kamboja mengalami dampak tidak langsung dari perang tersebut.

Harga minyak dunia mengalami fluktuasi signifikan. Negara-negara pengimpor energi menghadapi tekanan ekonomi tambahan.

Dampak Ekonomi

Konflik ini mengganggu rantai pasokan energi global. Selat Hormuz menjadi titik rawan bagi transportasi minyak. Sekitar 20% minyak dunia melewati selat ini.

Negara-negara ASEAN mulai merasakan dampak ekonomi. Indonesia sebagai anggota OPEC menghadapi dilema dalam kebijakan energi.

Respons Negara ASEAN

Beberapa negara ASEAN telah menyuarakan keprihatinan atas konflik. Malaysia dan Brunei mendorong penyelesaian damai. Singapura mengkhawatirkan dampak terhadap perdagangan global.

Filipina menyiapkan mitigasi untuk warganya di Timur Tengah. Thailand meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak ekonomi.

Dinamika konflik Iran-Israel terus berkembang dengan kompleksitas baru. Pilihan mediator menjadi salah satu aspek dalam upaya diplomasi. Indonesia melalui berbagai saluran terus mendorong penyelesaian damai yang mengutamakan perlindungan warga sipil dan stabilitas regional.

Aditya Nugraha

// Verified Author

Aditya Nugraha

Staff Redaksi

Jurnalis teknologi yang fokus pada perkembangan ekosistem digital.

▸ TAG TOPIK

#Iran #Pakistan #DPR RI #diplomasi #konflik internasional

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner