Nasional

Iran: Serangan AS dan Israel Tewaskan 555 Orang, 200 di Antaranya Anak SD

Ujang Trisno Ujang Trisno 02 Mar 2026 18:21 41 Views
serangan Iran AS Israel

Korban Serangan AS dan Israel di Iran

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan fakta mengejutkan. Lebih dari 555 orang tewas akibat serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan ini menyasar berbagai tempat sipil seperti rumah sakit, sekolah, dan fasilitas umum.

Akibatnya, korban banyak berasal dari kalangan masyarakat sipil yang tidak bersenjata. Boroujerdi menegaskan bahwa sebagian besar korban adalah anak-anak dan wanita yang sedang beraktivitas normal.

Dampak Kemanusiaan yang Tragis

Korban Anak-Anak yang Meninggal

Data yang disampaikan menunjukkan betapa tragisnya situasi ini. Lebih dari 200 anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar meninggal dunia dalam serangan tersebut. Mereka menjadi korban saat sedang belajar di lingkungan pendidikan yang seharusnya aman.

Boroujerdi menyatakan bahwa serangan terjadi saat masyarakat sedang merayakan dan menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Kondisi ini memperparah dampak psikologis bagi keluarga korban dan masyarakat Iran secara keseluruhan.

Pelanggaran Bulan Suci Ramadhan

Menurut diplomat Iran ini, AS dan Israel tidak menghormati bulan suci Ramadhan. Serangan yang dilakukan selama bulan penuh berkah ini dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan.

Meski terjadi serangan, Boroujerdi menegaskan bahwa diplomasi dan negosiasi tidak terputus. Namun, ia mengkritik timing serangan yang dilakukan saat perundingan sedang berlangsung.

Pelanggaran Hukum Internasional

Boroujerdi dengan tegas menyebut tindakan Israel dan Amerika Serikat melanggar hukum internasional. Serangan ini melanggar Pasal 2 Ayat 4 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa yang melarang ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap negara lain.

Ia menyebut serangan tersebut sebagai bentuk agresi terang-terangan terhadap kedaulatan Iran. Menurutnya, tindakan ini tidak bisa dibenarkan dalam kerangka hukum internasional yang berlaku.

Hak Membela Diri Iran

Merujuk Pasal 51 Piagam PBB, Boroujerdi menegaskan Iran memiliki hak untuk membela diri. Negara tersebut berhak memberikan respons yang sah atas serangan yang diterimanya dari pihak asing.

Iran telah menggunakan hak itu dengan menyerang sejumlah basis militer Amerika Serikat. Basis-basis ini disebut menjadi sumber serangan terhadap wilayah dan warga sipil Iran.

Konteks Diplomasi dan Perundingan

Boroujerdi mengungkapkan ironi dalam situasi ini. Saat Iran sedang berada di meja perundingan, justru serangan terjadi dari pihak yang seharusnya berdiplomasi. Hal ini menunjukkan kompleksitas hubungan internasional di kawasan Timur Tengah.

Mediator dari Oman telah menyatakan bahwa negosiasi sebenarnya telah mencapai titik yang menjanjikan. Namun, serangan ini mengganggu proses perdamaian yang sedang dibangun.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan hubungan Iran dengan negara-negara Barat. Dampak serangan ini mungkin akan berpengaruh pada stabilitas regional dan global dalam jangka panjang.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#Iran #AS #Israel #perang #Timur Tengah

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

5 Cara Terpercaya Hasilkan Uang dari Internet di 2026, Modal Kecil

Thumbnail

Cara Rehabilitasi Narkoba di BNN: Gratis, Rahasia, dan Lengkap

Thumbnail

Darurat Narkoba: 50 Orang Meninggal Setiap Hari, BNN Rilis Data Terbaru

Thumbnail

Panduan Jual Akun Last Fortress: Underground Agar Laku Mahal

Thumbnail

Pramono Anung Minta Sopir Alphard Cekcok dengan Satpam Bundaran HI Diberi Sanksi

Thumbnail

Kakek di Wajo Ngamuk dan Ludahi Kasir Ayam Goreng Gegara Ditanya 'Ada Uang?'

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner