JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyatakan kesiapan negaranya memperkuat kerja sama strategis dengan Indonesia, khususnya di bidang teknologi pertahanan dan energi. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan bilateral di Jakarta pada Selasa, 7 April 2026.
- Teknologi Pertahanan Mandiri Iran
- Peluang Kolaborasi di Bidang Energi
- Kesesuaian dengan Prioritas Nasional
Teknologi Pertahanan Mandiri Iran
Boroujerdi menegaskan Iran mengembangkan teknologi pertahanannya secara mandiri di dalam negeri. Kemampuan ini menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan negara-negara Barat yang memiliki keterbatasan dalam distribusi dan penggunaan teknologi persenjataan.
"Iran mengembangkan teknologi pertahanannya secara mandiri di dalam negeri. Hal ini menjadi pembeda dengan negara lain, sehingga kami memiliki fleksibilitas dalam pengembangan dan penggunaannya," ujar Boroujerdi.
Fleksibilitas dalam Pengembangan
Kemandirian teknologi pertahanan Iran memberikan beberapa keuntungan strategis:
- Kemampuan adaptasi cepat terhadap kebutuhan spesifik
- Pengurangan ketergantungan pada pasokan luar negeri
- Kontrol penuh atas siklus pengembangan teknologi
Iran siap berbagi teknologi pertahanan ini kepada Indonesia sebagai bagian dari penguatan kerja sama bilateral di masa mendatang.
Peluang Kolaborasi di Bidang Energi
Selain sektor pertahanan, Iran membuka peluang kolaborasi di bidang energi, khususnya sektor minyak dan gas. Boroujerdi menilai Indonesia memiliki fokus strategis pada ketahanan energi dan ketahanan pangan.
"Iran siap berkolaborasi dengan Indonesia untuk mengembangkan inovasi di bidang ketahanan energi dan ketahanan pangan," jelasnya.
Bidang-Bidang Potensial Kerja Sama
Beberapa area yang dapat dikembangkan dalam kerja sama energi antara Iran dan Indonesia:
- Teknologi eksplorasi dan produksi minyak-gas
- Pengembangan energi terbarukan
- Manajemen sumber daya energi nasional
- Transfer pengetahuan dan pelatihan SDM
Kesesuaian dengan Prioritas Nasional
Dalam konteks penguatan kerja sama ini, Boroujerdi menyebut kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menempatkan isu keamanan energi dan pangan sebagai prioritas nasional. Penekanan ini sejalan dengan potensi kolaborasi yang ditawarkan Iran.
Menunggu Tanggapan Indonesia
Pemerintah Indonesia belum memberikan respons resmi terhadap tawaran kerja sama dari Iran. Namun, beberapa analis menilai kerja sama di bidang teknologi pertahanan dan energi dapat memberikan manfaat strategis bagi kedua negara.
Pertemuan bilateral ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan diplomatik antara Iran dan Indonesia yang telah terjalin selama beberapa dekade. Kedua negara memiliki potensi untuk mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang strategis.
Penguatan kerja sama bilateral antara negara-negara Islam seperti Iran dan Indonesia diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi stabilitas regional dan kemandirian teknologi. Kedua negara terus menjajaki peluang kolaborasi yang sesuai dengan kepentingan nasional masing-masing.