Internasional

Iran Tegaskan Tak Ada Lagi Negosiasi Nuklir dengan AS

Arjuna Wicaksana Arjuna Wicaksana 11 Mar 2026 01:35 62 Views
Iran Tegaskan Tak Ada Lagi Negosiasi Nuklir dengan AS

Iran Tegaskan Tak Ada Lagi Negosiasi Nuklir dengan AS

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi secara resmi menyatakan negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat tidak akan dilanjutkan. Pernyataan tegas ini disampaikan dalam wawancara dengan PBS News pada Senin (9/3), menyusul pengalaman pahit Iran yang dua kali merasa dikhianati oleh Washington.

Latar Belakang

Hubungan Iran dan Amerika Serikat mencapai titik terendah setelah serangkaian konflik militer. Pada Juni 2025, perang 12 hari antara Iran dan Israel pecah saat negosiasi nuklir sedang berlangsung.

AS kemudian bergabung dengan Israel menyerang Iran. Situs-situs nuklir Teheran hancur dalam serangan tersebut.

Sebelum konflik terkini, kedua negara sebenarnya sedang dalam putaran ketiga negosiasi. Oman sebagai mediator melaporkan pembicaraan berjalan konstruktif.

Pernyataan Menlu Iran

Abbas Araghchi tidak ragu menyampaikan kekecewaan Iran. "Kami memiliki pengalaman amat pahit dalam berbicara dengan Amerika," ujarnya seperti dikutip Anadolu Agency.

"Berbicara dengan orang Amerika lagi tidak akan ada dalam agenda kami," tegas Araghchi. Pernyataan ini menutup kemungkinan dialog nuklir untuk waktu yang tidak dapat ditentukan.

Menlu Iran juga menyoroti serangan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Insiden ini semakin memperuncing hubungan kedua negara.

Dampak di Kawasan

Araghchi membantah tuduhan Iran menutup Selat Hormuz. Menurutnya, krisis energi terjadi karena serangan AS dan Israel.

"Produksi dan transportasi minyak tersendat karena agresi Israel dan Amerika terhadap kami," jelasnya. Seluruh wilayah Timur Tengah menjadi tidak aman akibat konflik ini.

Kapal-kapal tanker kini takut melewati jalur vital tersebut. Iran menegaskan tidak bertanggung jawab atas situasi yang terjadi.

Negara itu justru mengklaim sedang melakukan pembelaan diri yang sah. "Apa yang kami lakukan adalah tindakan membela diri yang legal," kata Araghchi.

Pemimpin Baru Iran

Iran telah menunjuk pemimpin tertinggi baru pada Senin (9/3). Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei, kini memimpin negara.

Araghchi menolak berkomentar mengenai kemungkinan negosiasi atau gencatan senjata di bawah kepemimpinan baru. "Masih terlalu dini baginya untuk memberikan pernyataan apa pun," ucapnya.

Namun satu hal yang pasti, Mojtaba tidak berniat berbicara dengan AS. Ibu, istri, anak, dan saudarinya tewas dalam serangan AS-Israel baru-baru ini.

Iran memperingatkan akan membalas setiap serangan dengan menargetkan aset musuh di kawasan. "Jika AS menyerang kami, kami akan menyerang pangkalan mereka di wilayah itu," ancam Araghchi.

Perkembangan terbaru ini memperlihatkan jalan panjang menuju perdamaian di Timur Tengah. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat diprediksi akan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Arjuna Wicaksana

// Verified Author

Arjuna Wicaksana

Staff Redaksi

Menganalisis tren teknologi masa depan dan transformasi digital.

▸ TAG TOPIK

#Iran #Amerika Serikat #nuklir #Timur Tengah #Abbas Araghchi

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

5 Cara Terpercaya Hasilkan Uang dari Internet di 2026, Modal Kecil

Thumbnail

Cara Rehabilitasi Narkoba di BNN: Gratis, Rahasia, dan Lengkap

Thumbnail

Darurat Narkoba: 50 Orang Meninggal Setiap Hari, BNN Rilis Data Terbaru

Thumbnail

Panduan Jual Akun Last Fortress: Underground Agar Laku Mahal

Thumbnail

Pramono Anung Minta Sopir Alphard Cekcok dengan Satpam Bundaran HI Diberi Sanksi

Thumbnail

Kakek di Wajo Ngamuk dan Ludahi Kasir Ayam Goreng Gegara Ditanya 'Ada Uang?'

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner