Internasional

Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal

Ujang Trisno Ujang Trisno 09 Apr 2026 09:17 63 Views
Iran tutup Selat Hormuz lagi, gencatan senjata AS-Iran terancam gagal

Iran tutup Selat Hormuz lagi, gencatan senjata AS-Iran terancam gagal

JAVASCORNER.CO.ID, TEHERAN - Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Rabu (8/4/2026) sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon. Langkah ini mengancam gencatan senjata yang baru disepakati dengan Amerika Serikat dan memicu kekacauan di jalur pengiriman minyak global.

Penutupan Strategis dan Dampak Global

Selat Hormuz, jalur vital bagi 20% perdagangan minyak dan gas dunia, kini tertutup. Iran mengambil keputusan ini setelah Israel melancarkan serangan terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon.

Gedung Putih langsung menuntut pembukaan kembali selat. Mereka menegaskan komitmen untuk melanjutkan pembicaraan damai sesuai jadwal.

Penutupan ini terjadi hanya sehari setelah gencatan senjata AS-Iran diumumkan. Situasi membuat pasar energi global waspada terhadap gangguan pasokan berkepanjangan.

Dampak Ekonomi Segera

Harga minyak mentah dunia melonjak 8% dalam perdagangan pagi ini. Analis memprediksi kenaikan bisa mencapai 15% jika penutupan berlangsung lebih dari 48 jam.

Beberapa negara Asia sudah mengajukan izin khusus untuk melintas. Namun Iran belum memberikan kepastian kepada negara-negara tersebut.

Pelanggaran Kesepakatan dan Tudingan

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut rencana pembicaraan damai "tidak masuk akal". Ia menuduh Washington melanggar tiga dari sepuluh syarat Teheran.

Pelanggaran yang dimaksud mencakup:

  1. Serangan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon
  2. Dugaan drone AS memasuki wilayah udara Iran pasca-gencatan senjata
  3. Penolakan AS terhadap kemampuan pengayaan uranium Iran dalam kesepakatan akhir

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa gencatan senjata harus mencakup penghentian perang di Lebanon. Namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump bersikeras kesepakatan tidak berlaku untuk Lebanon.

Korban Jiwa dan Respons Internasional

Serangan Israel di Lebanon pada Rabu menewaskan setidaknya 182 orang. Al Jazeera melaporkan angka korban mencapai 254 tewas dan 1.165 luka-luka.

Ini menjadi hari paling mematikan sejak konflik meletus 40 hari lalu. Serangan menargetkan kawasan komersial dan pemukiman di Beirut.

Posisi Para Pihak

Juru bicara Wakil Presiden AS JD Vance menggambarkan kesepakatan gencatan senjata sebagai "rapuh". Ia mengakui ancaman kegagalan sangat nyata.

Perdana Menteri Pakistan sebagai mediator menyatakan kesepakatan berlaku "di mana saja, termasuk Lebanon dan wilayah lain". Pernyataan ini bertolak belakang dengan posisi AS dan Israel.

Arab Saudi menyambut gencatan senjata dengan hati-hati. Mereka berharap Selat Hormuz segera dibuka untuk umum demi stabilitas ekonomi regional.

Sengketa Biaya Transit dan Masa Depan

Iran mengklaim kesepakatan memungkinkan mereka memberlakukan biaya transit bagi kapal yang melewati Selat Hormuz. Mereka menetapkan tarif sekitar Rp34 miliar per kapal.

Gedung Putih dengan tegas menolak pungutan biaya apapun. Presiden Trump menyatakan tidak akan membayar "uang perlindungan" kepada Iran.

Kapal yang Diizinkan

Iran saat ini hanya mengizinkan 12 kapal melewati selat per hari. Kapal-kapal dari Irak sudah mendapatkan izin khusus, sementara negara lain masih menunggu kepastian.

Indonesia termasuk negara yang belum mendapat izin. Pemerintah RI terus melakukan lobi diplomatik untuk membebaskan kapal-kapal nasional yang tertahan.

Dampak bagi Indonesia

Kapal milik Pertamina masih tertahan di perairan internasional dekat Selat Hormuz. Pemerintah mengaku terus berkoordinasi dengan otoritas Iran untuk penyelesaian.

Kementerian ESDM memperkirakan gangguan pasokan bisa mempengaruhi stok BBM dalam negeri jika berlangsung lebih dari seminggu.

Ketegangan di Selat Hormuz menguji ketahanan kesepakatan damai yang baru berumur sehari. Dunia internasional menunggu langkah berikutnya dari Teheran dan Washington, sementara ekonomi global bersiap menghadapi gejolak energi yang lebih dalam.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#Selat Hormuz #Iran #AS #Israel #konflik Timur Tengah

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner