JAVASCORNER.CO.ID, TEHERAN - Israel melancarkan gelombang serangan udara baru terhadap infrastruktur militer Iran di wilayah barat negara itu. Ledakan dilaporkan terjadi di Isfahan, Khomein, Hamedan, Dezful, dan sebagian Teheran pada Minggu (15/3/2026) pagi waktu setempat. Gedung Putih menyatakan kemampuan rudal balistik Iran telah berkurang sekitar 90% sejak konflik dimulai.
- Serangan Terbaru Israel
- Respons dan Tuntutan Iran
- Kerusakan Kapasitas Militer Iran
- Pemadaman Internet Berkepanjangan
- Reaksi Negara Lain
Serangan Terbaru Israel
Ledakan keras mengguncang beberapa kota Iran pagi ini. Warga melaporkan suara ledakan di Isfahan, Khomein, Hamedan, Dezful, dan wilayah Teheran barat.
Asap tebal terlihat membubung dari Pangkalan Udara Taktis Keempat di Dezful, Provinsi Khuzestan. Video yang beredar menunjukkan kepulan asap hitam mengepul dari lokasi tersebut.
Pasukan Amerika Serikat juga menyerang lebih dari 90 target militer Iran di Pulau Kharg pada Jumat malam. Serangan presisi skala besar ini dilaporkan oleh Komando Pusat AS.
Respons dan Tuntutan Iran
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan perang hanya akan berakhir dengan jaminan tidak ada serangan baru dan kompensasi kerusakan. "Operasi Iran hanya menargetkan pangkalan dan kepentingan AS di kawasan," tegas Araghchi.
Dia menegaskan Teheran tidak menyerang area sipil atau permukiman di negara tetangga. Araghchi menduga Israel berada di balik serangan terhadap target sipil di negara Arab.
Iran siap membentuk komite investigasi gabungan dengan negara regional untuk menyelidiki serangan. Araghchi memperingatkan serangan balasan jika fasilitas energi Iran menjadi sasaran.
Kerusakan Kapasitas Militer Iran
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengumumkan penurunan drastis kemampuan militer Iran. "Kemampuan rudal balistik Iran turun 90% dan drone 95% sejak perang dimulai," katanya kepada Fox News.
Leavitt menyebut pasukan AS telah menenggelamkan lebih dari 65 kapal angkatan laut Iran. Mereka juga menyerang lebih dari 6.000 target di seluruh negeri selama dua minggu terakhir.
"Kami benar-benar memberantas ancaman Iran membangun bom nuklir," ujarnya. Operasi ini disebut sebagai kesuksesan besar bagi Washington.
Pemadaman Internet Berkepanjangan
Pemadaman internet di Iran memasuki hari ke-16 menurut NetBlocks. Masyarakat tetap terputus dari jaringan internasional selama tiga minggu terakhir.
NetBlocks melaporkan penangkapan menargetkan pengguna Starlink. Media pemerintah Iran menyiarkan gelombang penangkapan baru terhadap pengguna layanan satelit itu.
Sejumlah influencer terpilih masih mendapat akses internet. Sementara itu, suara-suara loyalis pemerintah terus disiarkan secara daring.
Reaksi Negara Lain
Korea Selatan dan Jepang bersikap hati-hati terhadap permintaan AS mengirim kapal perang ke Selat Hormuz. Seoul mengatakan akan meninjau permintaan Presiden Donald Trump dengan saksama.
Jepang menyatakan keputusan pengiriman kapal perang membutuhkan pertimbangan matang. "Batas untuk penyebaran seperti itu tetap sangat tinggi," kata pimpinan kebijakan partai berkuasa Jepang.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengungkapkan Rusia memasok drone Shahed ke Iran. Drone tersebut digunakan untuk menyerang pangkalan AS dan Israel menurut pernyataannya.
Konflik ini terus memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah. Masyarakat internasional memantau perkembangan dengan cermat sementara ketegangan masih belum menunjukkan tanda mereda.