JAVASCORNER.CO.ID, SINTANG - Pemerintah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, mengusulkan perbaikan ruas Jalan Poros Bedayan-Nanga Libau setelah video anak-anak memprotes kerusakannya viral di media sosial. Bupati Gregorius Herkulanus Bala mengakui jalan sepanjang 4 kilometer itu rusak berat di delapan titik dan membutuhkan penanganan segera.
Kondisi Kerusakan
Bupati Bala menjelaskan kerusakan terjadi di wilayah Desa Bedayan dan Nanga Libau, Kecamatan Sepauk. Enam titik kerusakan berada di Bedayan, sementara dua titik lainnya ada di Nanga Libau.
Kerusakan berat mencapai sekitar 2 kilometer yang tersebar dalam beberapa segmen. Setiap segmen memiliki panjang antara 200 hingga 400 meter. Kondisi ini membuat akses transportasi warga terganggu.
Dampak terhadap Warga
Jalan ini merupakan penghubung utama antar desa. Kerusakan parah menyebabkan kendaraan sulit melintas, terutama saat musim hujan. Warga harus berhati-hati karena permukaan jalan tidak rata dan berlubang.
Proses Perbaikan
Pemkab Sintang telah menyiapkan dokumen pendukung untuk mengusulkan perbaikan jalan ini sebagai prioritas pembangunan. Dokumen tersebut mencakup pemetaan lokasi dan rencana penanganan komprehensif.
"Kami sudah berkomunikasi dengan pihak balai, dan tanggapannya cukup positif," kata Bala Senin (30/3/2026). Namun, proses perbaikan tidak bisa dilakukan cepat karena keterbatasan kewenangan dan sumber pendanaan.
Kendala Anggaran
Bupati mengungkapkan anggaran tidak sepenuhnya berada di daerah. Pemkab masih menunggu realisasi dari pihak terkait. Sebagian ruas jalan telah masuk dalam skema pembiayaan Dana Bagi Hasil (DBH), tetapi belum mencakup seluruh titik kerusakan.
"Ada beberapa bagian yang sudah masuk program, sementara sisanya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran," jelas Bala. Prioritas perbaikan akan diberikan pada titik-titik yang paling membahayakan pengguna jalan.
Rencana Teknis
Perbaikan akan dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan dana. Pemkab akan memprioritaskan penanganan lubang-lubang besar yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Metode perbaikan akan disesuaikan dengan kondisi tanah dan intensitas lalu lintas.
Viral Media Sosial
Sebelumnya, video yang memperlihatkan sejumlah anak memprotes kondisi jalan rusak tersebut viral di media sosial. Dalam video itu, anak-anak dengan lugas menyampaikan keluhan mereka dan meminta tanggung jawab pemerintah.
Video tersebut menarik perhatian publik karena menunjukkan anak-anak yang peduli dengan kondisi infrastruktur di daerah mereka. Protes spontan ini menjadi cerminan keresahan warga terhadap jalan yang sudah lama rusak.
Respons Pemprov Kalbar
Menanggapi viralnya video tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyatakan penanganan jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah kabupaten. Pernyataan ini mempertegas bahwa Sintang memiliki otoritas penuh atas perbaikan infrastruktur di wilayahnya.
Viralnya protes anak-anak ini diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan jalan. Masyarakat berharap usulan Pemkab Sintang segera mendapatkan respons positif dari pemerintah pusat sehingga perbaikan bisa segera dilaksanakan.
Infrastruktur jalan yang baik bukan hanya tentang kenyamanan, tetapi juga keselamatan warga. Perbaikan jalan rusak di Sintang ini menjadi ujian bagi komitmen pemerintah dalam menyediakan akses transportasi yang aman bagi seluruh masyarakat, termasuk anak-anak yang dengan berani menyuarakan hak mereka.