Regional

Kades Bantah Pungli di Bukit Paniisan Sentul: Biaya Rp15.000 Resmi Dikelola BUMDes

Ujang Trisno Ujang Trisno 31 Mar 2026 15:19 61 Views
Kades Bantah Pungli di Bukit Paniisan Sentul: Biaya Rp15.000 Resmi Dikelola BUMDes

Kades Bantah Pungli di Bukit Paniisan Sentul: Biaya Rp15.000 Resmi Dikelola BUMDes

JAVASCORNER.CO.ID, BOGOR - Kepala Desa Karang Tengah, Suhandi, membantah keras video viral yang menarasikan dugaan pungutan liar di jalur trekking Bukit Paniisan, Sentul. Ia menegaskan petugas hanya mengarahkan pengunjung ke jalur resmi, sementara biaya Rp15.000 per orang merupakan tarif sah yang dikelola Badan Usaha Milik Desa untuk menunjang keselamatan wisatawan.

Klarifikasi Kades Soal Video Viral

Suhandi menyatakan video yang viral sejak akhir Maret 2026 muncul akibat kesalahpahaman. Berdasarkan penelusuran lapangan, petugas yang terekam tidak meminta uang dari pengunjung. "Petugas hanya mengarahkan agar pengunjung lewat jalur resmi. Sebenarnya belum ada permintaan uang," jelas Suhandi saat dihubungi Selasa (31/3/2026).

Peristiwa dalam video terjadi Sabtu (28/3/2026). Pengarahan dilakukan karena masih ada pengunjung yang membuka jalur sendiri di luar jalur resmi yang telah dikelola desa. "Kadang ada yang membuat jalur sendiri, mungkin untuk menghindari kontribusi. Jadi petugas hanya mengarahkan ke jalur resmi itu saja," ungkapnya.

Tindakan Penanganan Segera

Pihak desa telah mengambil langkah konkret menanggapi video viral tersebut:

  1. Petugas BUMDes langsung menindaklanjuti ke lokasi setelah video beredar
  2. Melakukan klarifikasi dengan pihak yang merekam video
  3. Berencana memanggil panitia rombongan untuk pembinaan

Detail Biaya Resmi dan Penggunaannya

Suhandi membenarkan adanya tarif Rp15.000 per pengunjung yang melintas di jalur resmi. Namun ia menekankan biaya ini bukan pungli karena dikelola secara resmi oleh BUMDes Karang Tengah.

Alokasi Dana untuk Keselamatan

Biaya tersebut dialokasikan untuk berbagai kebutuhan keselamatan pengunjung:

  • Asuransi kecelakaan selama trekking
  • Pertolongan pertama pada kecelakaan
  • Fasilitas tandu darurat
  • Pemeliharaan jalur trekking

"Memang ada biaya Rp15.000 per orang. Itu sudah termasuk asuransi, pertolongan pertama, dan fasilitas seperti tandu jika terjadi kecelakaan," ucap Suhandi meluruskan.

Pembagian Keuntungan BUMDes

Dari total biaya Rp15.000, BUMDes mengambil keuntungan Rp5.000 untuk tiket dan asuransi. Sisanya dikelola masyarakat setempat yang terlibat dalam pengelolaan jalur trekking. Pembagian ini telah disepakati melalui musyawarah desa.

Suhandi menegaskan pentingnya biaya ini mengingat jalur trekking berada di kawasan hutan dengan kondisi ekstrem. "Kalau terjadi kecelakaan seperti jatuh atau keseleo, ada penanganan. Itu yang dicover dari biaya tersebut," jelasnya.

Rencana Tindak Lanjut dan Imbauan

Pemerintah Desa Karang Tengah berkomitmen mencegah terulangnya kesalahpahaman serupa. Beberapa langkah telah disiapkan untuk meningkatkan koordinasi dan sosialisasi.

Sosialisasi Intensif ke Depan

"Ke depan akan kami kumpulkan lagi pihak-pihak terkait, karena kadang ada yang masuk tanpa koordinasi dengan desa," pungkas Suhandi. Rencana konkret yang akan dilakukan meliputi:

  1. Pertemuan rutin dengan pengelola BUMDes dan petugas lapangan
  2. Sosialisasi aturan dan biaya resmi di titik-titik masuk jalur trekking
  3. Koordinasi dengan komunitas pendaki dan agen wisata
  4. Pembinaan berkala untuk panitia rombongan wisata

Imbauan untuk Wisatawan

Suhandi mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk menggunakan jalur resmi serta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. Ia memastikan pemerintah desa bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan.

"Kami ingin wisatawan merasa aman dan nyaman saat trekking di Bukit Paniisan. Semua biaya yang dikenakan transparan dan digunakan untuk kebaikan bersama," tegas Suhandi. Pihak desa juga membuka komunikasi bagi wisatawan yang ingin konfirmasi langsung mengenai tata tertib dan biaya resmi jalur trekking.

Dengan klarifikasi ini, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman mengenai pengelolaan wisata alam di Bukit Paniisan. Pemerintah desa berkomitmen menjaga obyek wisata tetap terjaga dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung dengan sistem pengelolaan yang profesional dan akuntabel.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#pungli #Bukit Paniisan #BUMDes #trekking Bogor #video viral

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner