Hukum

Kakek 74 Tahun Ditanduk di Masjid Usai Subuh, Pelaku Tantang Anak Korban Berkelahi

Ujang Trisno Ujang Trisno 10 Jul 2026 15:38 53 Views
Kakek 74 Tahun Ditanduk di Masjid Usai Subuh, Pelaku Tantang Anak Korban Berkelahi

Kakek 74 Tahun Ditanduk di Masjid Usai Subuh, Pelaku Tantang Anak Korban Berkelahi

JAVASCORNER.CO.ID, DEPOK - Seorang kakek berusia 74 tahun menjadi korban penganiayaan di dalam masjid seusai salat Subuh. Peristiwa terjadi pada Kamis (9/7/2026) dini hari di Masjid Nurul Amal, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Korban, Maman Surahman, mengalami gigi copot setelah ditanduk oleh pelaku berinisial IMR (40) yang ternyata menyimpan dendam lama.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula sekitar pukul 05.30 WIB. Maman tengah khusyuk membaca Al-Qur'an di dalam masjid. Tiba-tiba, IMR mendatanginya dan langsung melontarkan kata-kata kasar. Keduanya ternyata memiliki persoalan pribadi yang belum terselesaikan.

Menurut laporan polisi nomor STTL/054/B/VII/2026/SPK/SEK SKJ/RESTRO DPK/PMJ, IMR tidak terima karena ditegur oleh korban. Ia kemudian menantang Maman untuk memanggil anaknya agar berkelahi. Tanpa memberi kesempatan, IMR langsung menanduk wajah korban.

Akibat tandukan tersebut, gigi tanam permanen bagian atas Maman copot. Darah mengucur dan membasahi lantai masjid. Jemaah lain yang melihat segera melerai dan membawa korban ke rumah sakit.

Dampak dan Proses Hukum

Keluarga korban melaporkan kasus ini ke Polsek Sukmajaya. Polisi telah memeriksa saksi-saksi dan mengamankan barang bukti, termasuk gigi palsu korban dan rekaman CCTV masjid.

Pelaku IMR terancam dijerat Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara. Kapolsek Sukmajaya menegaskan bahwa kekerasan di tempat ibadah tidak bisa ditoleransi.

Maman Surahman masih menjalani perawatan di rumah sakit. Selain luka fisik, ia juga mengalami trauma psikologis. Keluarga berharap pelaku mendapat hukuman setimpal.

Refleksi Keamanan Tempat Ibadah

Insiden ini mencoreng kesucian masjid. Tempat yang seharusnya menjadi rumah damai justru berubah menjadi lokasi kekerasan. Warga sekitar merasa prihatin dan berharap kejadian serupa tidak terulang.

Kasus ini mengingatkan kita bahwa menyelesaikan perselisihan dengan kekerasan bukanlah solusi, apalagi di tempat ibadah. Menjaga kemuliaan rumah Tuhan adalah tanggung jawab bersama.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#penganiayaan #masjid #Depok #kakek #lansia

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner