Javas Corner - Microsoft mengingatkan adanya kampanye phishing berskala besar yang memanfaatkan karakter Unicode tak terlihat untuk menyembunyikan kata kunci mencurigakan dan melewati filter email. Teknik yang disebut ASCII smuggling ini menggunakan karakter tag Unicode (U+E0000 hingga U+E007F) untuk menyisipkan tanda tak terlihat di antara huruf kata kunci seperti "funding", sehingga menjadi "fun⟨U+E0020⟩ding" yang tetap terbaca normal oleh manusia tetapi tidak terdeteksi oleh sistem keamanan yang mencari kecocokan literal.
Menurut tim Microsoft Security Research, serangan ini pertama kali muncul pada awal Februari 2026 dan mencapai puncaknya pada 26 Februari dengan volume antara 1 hingga 2,37 juta pesan per hari. Kampanye ini hampir tidak aktif pada akhir pekan dan kembali meningkat pada hari Senin, menunjukkan pola yang terorganisir. Para pelaku menggunakan ratusan domain sender bertema keuangan palsu, seperti guardiangrowthfunding[.]com dan digitalcapitalboost[.]com, serta memanfaatkan platform pemasaran ActiveCampaign untuk menyebarkan email.
Kampanye ini diduga terkait dengan operasi phishing yang lebih luas yang menargetkan pemohon pinjaman Small Business Administration (SBA). Email-email tersebut berisi tautan yang diarahkan melalui domain pelacakan klik ActiveCampaign, seperti acemlnd[.]com, untuk menghindari deteksi reputasi. Microsoft menyebut teknik ini menunjukkan bagaimana metode evasi AI dapat diadaptasi oleh pelaku ancaman dalam kampanye phishing tradisional dan spam.
Tags:
#Phishing #Unicode #KeamananEmail #Microsoft #ASCIIsmuggling #CyberSecurity #ActiveCampaign #SeranganSiber #BeritaTeknologi