JAVASCORNER.CO.ID, KAIRO - Kapal induk USS Gerald R. Ford milik Angkatan Laut Amerika Serikat dilanda kebakaran saat beroperasi di Laut Merah pada Kamis, 12 Maret 2026. Insiden ini menyebabkan dua pelaut terluka, namun pihak AS menegaskan kebakaran bukan akibat serangan Iran dan kapal tetap berfungsi penuh.
Insiden Kebakaran
Kebakaran terjadi di ruang cuci utama kapal induk tersebut. Komando Pusat dan Armada ke-5 AS menyatakan api telah berhasil dipadamkan oleh awak kapal.
Pernyataan resmi menekankan penyebab kebakaran tidak terkait dengan pertempuran. Penegasan ini muncul di tengah ketegangan militer antara AS dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Kondisi Kapal dan Korban
Meski mengalami kebakaran, USS Gerald R. Ford tetap mampu beroperasi secara penuh. Kapal ini merupakan kapal induk terbesar di dunia yang dimiliki Angkatan Laut AS.
Dua pelaut yang terluka sedang menerima perawatan medis. Pejabat militer AS menyatakan cedera mereka tidak mengancam jiwa dan kondisi kedua personel stabil.
Konteks Regional
Insiden ini terjadi di Laut Merah, wilayah yang menjadi titik panas konflik antara AS dan sekutunya dengan Iran serta kelompok pendukungnya. Kapal induk tersebut merupakan bagian dari armada AS yang ditempatkan di kawasan itu.
Klaim AS bahwa kebakaran bukan serangan Iran berusaha mencegah eskalasi ketegangan lebih lanjut. Namun, insiden ini tetap menyoroti risiko operasi militer di wilayah yang sedang memanas.
Kejadian ini mengingatkan pada pentingnya keselamatan operasional di tengah situasi militer yang tegang. Kemampuan kapal untuk tetap berfungsi setelah kebakaran menunjukkan ketahanan sistem tempur AS, meski insiden tersebut menyisakan pertanyaan tentang prosedur keselamatan di kapal perang terbesar dunia.