Ekonomi

Kapan Harga Cabai Turun? Prediksi Bapanas dan Faktor Penyebabnya

Ujang Trisno Ujang Trisno 03 Mar 2026 19:32 71 Views
harga cabai turun

Prediksi Harga Cabai Turun Menurut Bapanas

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memprediksi harga cabai rawit merah akan kembali turun pada minggu ketiga puasa. Hal ini seiring dengan masuknya panen raya di sejumlah sentra produksi di Pulau Jawa. Saat ini, harga sudah mulai melandai setelah sebelumnya sempat menembus di atas Rp100 ribu per kilogram.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, mengatakan tren penurunan harga sudah terlihat dalam beberapa hari terakhir. Pasokan mulai masuk ke pasar sehingga harga mulai stabil.

Faktor Penyebab Kenaikan Harga Cabai

Sebelumnya, harga cabai rawit merah sempat melonjak karena faktor cuaca. Musim hujan membuat petani menunda panen lantaran risiko busuk cukup tinggi. Para petani biasanya enggan memanen ketika musim hujan karena hasil panen mudah busuk.

Ketika hujan reda, petani langsung memanfaatkan waktu untuk memanen hingga malam hari. Mereka mengejar pasokan ke pasar induk atau pasar langganan. Hal ini menyebabkan harga mulai turun secara bertahap.

Peran Petani Champion dalam Stabilisasi Harga

Penurunan harga cabai rawit merah juga dipengaruhi oleh peran petani champion. Mereka aktif menyuplai pasar tradisional melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal Hortikultura. Upaya ini membantu menjaga ketersediaan cabai di pasar.

Proyeksi Harga Cabai ke Depan

Bapanas memproyeksikan harga akan semakin terkoreksi saat panen raya dimulai pada minggu ketiga puasa. Panen raya ini berasal dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Informasi ini diperoleh dari Ditjen Hortikultura.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Lebaran, Bapanas akan melanjutkan fasilitasi distribusi. Distribusi dilakukan secara fleksibel sesuai kebutuhan daerah masing-masing. Tujuannya agar harga di sentra produksi dan wilayah defisit tetap seimbang.

Data Terkini Harga Cabai Rawit

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Minggu ke-4 Februari 2026, tekanan harga cabai rawit masih terjadi di banyak daerah. Sebanyak 221 kabupaten/kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) cabai rawit.

Secara nasional, rata-rata harga cabai rawit pada minggu ke-4 Februari 2026 berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP). Sepanjang Februari 2026, harga rata-rata cabai rawit tercatat naik 21,82% dibandingkan Januari 2026.

Pada Januari 2026, harga rata-rata berada di sekitar Rp57.492 per kg. Angka ini naik menjadi Rp70.036 per kg pada minggu keempat Februari 2026. Harga tersebut sudah melampaui batas atas HAP konsumen yang berkisar Rp57.000 per kg.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#harga cabai #prediksi harga #Bapanas #ekonomi pangan #inflasi

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner