Javas Corner - Kapolda Banten Irjen Hengki memastikan jaket pelampung atau life jacket yang kembali ditemukan Tim SAR pada hari keempat pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat juga bukan milik kapal Arupadhatu 1. Jaket pelampung kedua tersebut ditemukan KAL Anyer saat melakukan pencarian di perairan Selat Sunda, Jumat (11/9/2026).
Temuan itu sebelumnya diserahkan kepada tim Basarnas untuk dilakukan identifikasi. Hengki mengatakan kepastian tersebut diperoleh setelah pihaknya meminta keterangan dari pemilik kapal Arupadhatu 1, Sandi Wiyasa, melalui penyidik Subdirektorat Penegakan Hukum atau Gakkum Polairud.
"Penemuan yang kemarin hari keempat, ada satu life jacket juga sama, kita sudah interogasi tadi malam dari Kasubdit Gakkum Polairud, itu bukan sarana milik kapal Arupadhatu 1," kata Hengki saat membuka operasi pencarian hari keempat di Pelabuhan Ciwandan, Banten, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Hengki, pemeriksaan tersebut sekaligus memperkuat hasil pemeriksaan terhadap temuan pertama berupa satu life jacket berwarna oranye dan sebuah pelampung putih yang ditemukan pada hari ketiga pencarian.
"Jadi, baik dari penemuan yang pertama berupa satu life jacket maupun pelampung warna putih, itu sudah jelas hasil dari pemeriksaan interogasi kita kepada pemilik kapal Bapak Sandi Wiyasa, itu bukan merupakan sarana keselamatan atau life jacket yang dimiliki kapal Arupadhatu 1 yang sedang kita cari, termasuk penemuan yang kemarin hari keempat," kata Hengki.
Dengan demikian, dua jaket pelampung yang ditemukan selama operasi pencarian sejauh ini tidak mengarah pada perlengkapan keselamatan milik Arupadhatu 1. Operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis terus dilakukan oleh tim SAR Gabungan. Hingga hari kelima pada Sabtu (12/9/2026), belum ditemukan tanda-tanda keberadaan mereka.
Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara Banten, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews.id, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Sementara itu, tiga kru kapal yakni Warta sebagai kapten, Surakman sebagai anak buah kapal atau ABK, dan Heriyanto alias Bonsai sebagai pemandu. Rombongan ini hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Keluarga korban dan rekan-rekan jurnalis terus berharap agar tim SAR dapat segera menemukan keberadaan mereka. Operasi pencarian diperluas ke berbagai titik, termasuk pulau-pulau di sekitar Selat Sunda dan perairan terbuka.
#JurnalisHilang #SelatSunda #SAR #KapalArupadhatu #Basarnas #AnakKrakatau #LifeJacket #Pencarian #Banten #BeritaNasional