JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI) Brigjen TNI Muhammad Nas akhirnya buka suara terkait video viral yang memperlihatkan personel militer mengadang long march demonstrasi mahasiswa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
Kehadiran personel TNI di lokasi aksi sempat memicu kontroversi di media sosial. Banyak warganet menilai tindakan itu berlebihan dan intimidatif. Namun, Mabes TNI memastikan bahwa pergerakan prajurit tersebut merupakan langkah resmi sesuai ketentuan hukum. Pengerahan militer, kata Nas, murni untuk membantu tugas kepolisian.
Penjelasan Resmi Kapuspen TNI
Brigjen TNI Muhammad Nas menjelaskan bahwa pelibatan militer dalam pengamanan demo mahasiswa dilakukan atas dasar koordinasi dan kebutuhan di lapangan. "Pengerahan TNI adalah perbantuan kepada Polri yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dan dilaksanakan berdasarkan permintaan serta koordinasi antarinstansi," ujar Nas, Minggu (14/6/2026).
Pernyataan ini sekaligus menepis anggapan bahwa TNI bertindak sendiri tanpa dasar hukum. Nas menegaskan, setiap langkah prajurit di lapangan sudah melalui prosedur yang ketat.
Dinamika Aksi yang Viral di Media Sosial
Video yang merekam barisan personel TNI menghadang massa mahasiswa yang hendak long march ke Bundaran HI menyebar luas dan memicu beragam reaksi. Berikut fakta-fakta di balik viralnya video tersebut:
- Protes Mahasiswa: Sejumlah peserta aksi menyoroti barisan personel TNI yang dianggap menghalangi laju massa. Mereka menilai kehadiran militer tidak proporsional.
- Reaksi Warganet: Video rekaman warga langsung menjadi trending topic. Banyak warganet mengkritik tindakan TNI yang dinilai terlalu militeristik dalam menghadapi unjuk rasa damai.
Sikap TNI: Menghargai Aspirasi dan Opini Publik
Merespons polemik yang berkembang, Brigjen Nas menyatakan bahwa TNI tidak menutup mata terhadap dinamika opini publik. "Kami menghormati berbagai pandangan yang berkembang," jelasnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun tindakan di lapangan sudah sesuai aturan, TNI tetap membuka ruang dialog dan menghargai kritik dari masyarakat. TNI berkomitmen menjaga profesionalisme dan tetap berada dalam koridor hukum.
Artikel ini disusun berdasarkan keterangan resmi dari Kapuspen TNI dan pemberitaan sebelumnya. Simak terus JavasCorner untuk update berita nasional terkini.