Dunia olahraga kehilangan salah satu putri terbaiknya. Kara Braxton, mantan bintang WNBA yang dua kali membawa Detroit Shock meraih gelar juara, meninggal dunia pada usia 43 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh pihak liga dan keluarga, meskipun penyebab kepergiannya belum diumumkan secara resmi.
"Dengan kesedihan yang mendalam, kami berduka atas kepergian Kara Braxton, dua kali juara WNBA," demikian pernyataan resmi WNBA, Minggu (23/2/2026). "Pikiran kami tertuju kepada keluarga, teman-teman, dan mantan rekan setimnya di masa-masa sulit ini."
Braxton dikenal sebagai pemain bertubuh tinggi, 6 kaki 6 inci atau sekitar 198 cm, yang mampu bermain di posisi center maupun forward. Ia memulai karier gemilangnya bersama University of Georgia dari tahun 2001 hingga 2004, dan dinobatkan sebagai SEC Freshman of the Year pada 2002. Bakatnya yang menterang membawanya menjadi pilihan ketujuh dalam draft WNBA 2005 oleh Detroit Shock.
Di musim perdananya, ia langsung masuk dalam tim rookie terbaik. Dua tahun berselang, ia dinobatkan sebagai WNBA All-Star pada 2007. Namun puncak kariernya adalah saat membawa Shock meraih gelar juara pada 2006 dan 2008. Braxton menjadi bagian penting dari era kejayaan Detroit sebelum franchise tersebut pindah ke Tulsa.
Selama sepuluh musim berkarier di WNBA, Braxton tak hanya berseragam Detroit. Ia juga sempat membela Tulsa Shock pada 2010, kemudian diperdagangkan ke Phoenix Mercury, dan mengakhiri perjalanannya di New York Liberty pada 2014. Secara keseluruhan, ia mencatat rata-rata 7,6 poin dan 4,7 rebound per pertandingan.
Di luar lapangan, warisan Braxton hidup melalui putranya, Jelani Thurman, yang merupakan pemain football di Ohio State selama tiga tahun terakhir dan baru saja pindah ke North Carolina pada Januari lalu. Kepergian Braxton meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas bola basket yang mengenalnya sebagai pejuang di lapangan.