JAVASCORNER.CO.ID, PONTIANAK - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan telah memicu kabut asap yang menyebar hingga ke negara tetangga. Media Malaysia dan Singapura ramai menyoroti dampak karhutla ini, termasuk penutupan ratusan sekolah di Sarawak akibat kualitas udara yang memburuk. Kabut asap yang terbawa angin melintasi perbatasan menjadi perhatian serius, terutama bagi wilayah Sarawak yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Barat.
- Sorotan Media Asing
- Dampak Kabut Asap di Sarawak
- Titik Api di Kalimantan Barat
- Upaya Penanganan Karhutla
Sorotan Media Asing terhadap Karhutla Kalimantan
Media Malaysia, seperti Malay Mail dan Free Malaysia Today, memberikan perhatian khusus terhadap karhutla di Kalimantan. Mereka menyoroti dampak kabut asap yang mulai dirasakan di Sarawak, serta meningkatnya jumlah titik api di Kalimantan Barat.
Malay Mail dalam laporannya pada Kamis (20/8/2026) menyebut kabut asap yang melanda Sarawak diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan masih berkobarnya kebakaran di Kalimantan Barat. Mereka juga mengutip data yang menunjukkan kualitas udara di Pontianak mencapai indeks 191, kategori tidak sehat, pada Kamis pagi.
Dampak Kabut Asap di Sarawak
Kabut asap dari Kalimantan telah memaksa ratusan sekolah di Sarawak untuk ditutup sementara. Hal ini dilakukan untuk melindungi kesehatan para pelajar dari paparan udara yang tercemar. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat di negara tetangga.
Penutupan sekolah ini menjadi sorotan utama media asing, karena menunjukkan tingkat keparahan karhutla yang melanda Kalimantan. Selain itu, kabut asap juga berpotensi mengganggu sektor penerbangan dan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.
Titik Api di Kalimantan Barat
Berdasarkan data yang dikutip Malay Mail, sebanyak 4.041 titik api terdeteksi di Kalimantan Barat hingga 10 Agustus. Dari jumlah tersebut, 3.560 titik api dikategorikan memiliki tingkat kepercayaan sedang, sementara 352 lainnya memiliki tingkat kepercayaan tinggi. Lonjakan titik api ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memperparah kabut asap yang menyebar ke wilayah tetangga.
Free Malaysia Today juga menyoroti lonjakan titik api di Indonesia yang disebut sebagai yang tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Lebih dari 3.500 titik api tercatat sejauh bulan Agustus, lebih dari empat kali lipat total bulan Juli. Kondisi ini diperparah oleh fenomena El Nino yang menyebabkan cuaca semakin kering.
Upaya Penanganan Karhutla
Pemerintah Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat, telah menetapkan status darurat karhutla untuk memperkuat upaya pemadaman dan koordinasi antarlembaga. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran dan mengurangi dampak kabut asap yang meluas.
Upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan, termasuk Manggala Agni dan instansi terkait. Namun, tantangan di lapangan masih besar, terutama dengan kondisi cuaca yang kering dan luasnya area yang terbakar. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan jika melihat titik api.
Karhutla di Kalimantan bukan hanya masalah lokal, tetapi juga regional. Kerja sama antara Indonesia dan negara tetangga diperlukan untuk mengatasi dampak kabut asap yang melintasi batas negara. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan karhutla dapat segera diatasi dan dampaknya diminimalisir.