Kriminal

Kasus Perkosaan dan Pembunuhan Gadis di Sikka NTT: Kronologi Lengkap dan Proses Hukum

Fajar Agung Fajar Agung 07 Mar 2026 15:09 70 Views
 konferensi pers Polres Sikka membahas kasus perkosaan dan pembunuhan gadis di Watudenak

konferensi pers Polres Sikka membahas kasus perkosaan dan pembunuhan gadis di Watudenak

Kronologi Kejadian

Kasus tragis ini terjadi di Watudenak, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Menurut keterangan resmi Polres Sikka, peristiwa bermula pada Jumat, 20 Februari 2026.

Korban berinisial STN mendatangi rumah pelaku berinisial FRG untuk mengambil gitarnya. Saat itu, pelaku sedang berada sendirian di rumah tersebut.

Momen Kritis

Berdasarkan penyelidikan polisi, diduga terjadi persetubuhan secara paksa di lokasi kejadian. Setelah itu, muncul keributan yang berujung pada penganiayaan berat.

Korban mengalami luka-luka parah akibat penganiayaan tersebut dan akhirnya meninggal dunia di tempat kejadian.

Penyembunyian Jasad

Setelah kejadian, pelaku mengambil langkah nekat dengan menyembunyikan jasad korban. Ia menyeret tubuh korban ke area dekat kali di sekitar lokasi.

Untuk menutupi bukti, pelaku menggunakan daun dan kayu untuk menyembunyikan jasad tersebut. Keluarga korban yang mencari keesokan harinya sempat tidak mendapatkan kejelasan.

Pengakuan Pelaku

Awalnya, pelaku menyangkal mengetahui keberadaan korban. Namun pada dini hari, tekanan batin membuatnya akhirnya mengaku kepada keluarga korban.

Pengakuan ini menjadi titik terang dalam pencarian jasad korban yang telah disembunyikan.

Penangkapan Pelaku

Setelah kejadian, pelaku berusaha melarikan diri ke wilayah Kabupaten Ende. Namun upayanya tidak berhasil karena tim polisi bergerak cepat.

Tim Buser Polres Sikka berhasil mengamankan pelaku dan membawanya kembali ke Maumere. Pelaku kini menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Pasal yang Dijerat

Dalam kasus ini, pelaku dijerat dengan dua pasal utama. Pertama, Pasal 473 ayat (2) huruf b UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Kedua, Pasal 80 ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman pidana maksimal yang dihadapi pelaku mencapai 15 tahun penjara.

Proses Penyidikan

Polisi telah melakukan berbagai langkah hukum dalam penyidikan kasus ini. Surat perintah penyidikan telah diterbitkan untuk memulai proses hukum.

Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi juga telah dilakukan secara intensif. Pelaku telah ditahan sesuai dengan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Barang Bukti

Tim penyidik berhasil mengamankan beberapa barang bukti penting. Barang-barang tersebut antara lain sepasang sandal milik korban dan pelaku, serta sarung yang diduga digunakan dalam kejadian.

Bukti lain yang diamankan termasuk satu batang kayu, satu buah parang, dan gitar milik korban. Barang-barang ini sedang diperiksa lebih lanjut untuk mendukung proses hukum.

Klarifikasi Polisi

Dalam konferensi pers, Kasi Humas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga memberikan klarifikasi penting. Ia menegaskan bahwa saksi berinisial SG tidak melarikan diri seperti isu yang beredar.

Saksi tersebut sempat pingsan saat pemeriksaan dan langsung dibawa ke IGD RSU TC Hillers Maumere. Setelah itu, saksi diantar ke rumah kerabatnya untuk rawat jalan sesuai anjuran medis.

Langkah Selanjutnya

Penyidik masih melakukan pemeriksaan ahli forensik untuk melengkapi berkas perkara. Berkas yang sudah lengkap akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sikka untuk proses selanjutnya.

Polisi memastikan proses hukum akan berjalan transparan dan sesuai prosedur. Masyarakat diharapkan tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi kebenarannya.

Fajar Agung

// Verified Author

Fajar Agung

Staff Redaksi

Reporter lapangan untuk liputan informasi teknologi di Bekasi.

▸ TAG TOPIK

#perkosaan #pembunuhan #Sikka NTT #kasus kriminal #hukum

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

5 Cara Terpercaya Hasilkan Uang dari Internet di 2026, Modal Kecil

Thumbnail

Cara Rehabilitasi Narkoba di BNN: Gratis, Rahasia, dan Lengkap

Thumbnail

Darurat Narkoba: 50 Orang Meninggal Setiap Hari, BNN Rilis Data Terbaru

Thumbnail

Panduan Jual Akun Last Fortress: Underground Agar Laku Mahal

Thumbnail

Pramono Anung Minta Sopir Alphard Cekcok dengan Satpam Bundaran HI Diberi Sanksi

Thumbnail

Kakek di Wajo Ngamuk dan Ludahi Kasir Ayam Goreng Gegara Ditanya 'Ada Uang?'

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner