JAVASCORNER.CO.ID, LAMPUNG TIMUR - Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, terus meluas. Tim gabungan mengerahkan helikopter water bombing dan drone thermal untuk memperkuat upaya pemadaman, Selasa (25/8/2026).
- Latar Belakang Kebakaran
- Operasi Udara Water Bombing
- Drone Thermal dan Drone Semprot
- Pengerahan Tim Alfa
- Koordinasi Pemerintah
Latar Belakang Kebakaran
Kebakaran di TNWK pertama kali terdeteksi beberapa hari lalu. Titik api muncul di sejumlah lokasi, termasuk di Desa Braja Luhur, Kecamatan Braja Selebah. Kondisi lahan gambut dan semak belukar membuat api cepat merambat.
Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BNPB, dan relawan berupaya memadamkan api sejak awal. Namun, medan yang sulit dan luasnya area terdampak menjadi kendala utama.
Hingga saat ini, luasan lahan yang terbakar belum dipastikan. Petugas masih melakukan pemetaan untuk mengetahui total area yang terdampak.
Operasi Udara Water Bombing
Satu helikopter BNPB dengan registrasi N360UH tiba di kawasan TNWK sekitar pukul 16.00 WIB. Helikopter jenis Sikorsky UH-60A Black Hawk tersebut langsung melakukan pendinginan di area terdampak.
Helikopter mengambil air dari sungai di batas kawasan TNWK menggunakan helibucket. Air kemudian dijatuhkan ke lokasi yang terbakar. Operasi udara dilakukan selama kurang lebih tiga jam.
Pengerahan helikopter ini merupakan bagian dari instruksi Presiden Prabowo Subianto. Dua helikopter lainnya juga didatangkan dari Palembang dan Jawa Timur untuk membantu pemadaman.
Drone Thermal dan Drone Semprot
Selain water bombing, tim juga menggunakan drone thermal untuk memetakan titik panas. Teknologi ini mampu mendeteksi bara api yang masih tersisa di bawah permukaan.
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menjelaskan, pengamatan thermal dilakukan untuk mencegah kebakaran berulang. "Tadi sudah kita adakan surveillance dulu, pengamatan menggunakan thermal untuk melihat titik api yang masih mungkin menjadi bara," ujarnya.
Drone semprot berkapasitas 16 liter, 30 liter, hingga 100 liter juga dikerahkan. Drone ini dapat beroperasi bolak-balik menyiram kawasan yang tidak bisa dijangkau dengan jalan kaki.
Pengerahan Tim Alfa
Tim Alfa diterjunkan ke lokasi-lokasi sulit yang masih menyisakan hotspot. Personel diturunkan menggunakan metode fast roping agar dapat segera melakukan pemadaman.
Kristomei menambahkan, penanganan dikombinasikan dengan penyiraman dari udara. "Siang ini kita menyiapkan penanganan water bombing untuk menyirami titik hotspot agar suhunya turun," jelasnya.
Pengerahan Tim Alfa diharapkan mampu mempercepat proses pemadaman di area yang terisolasi.
Koordinasi Pemerintah
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat virtual bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal pada Senin (24/8/2026). Rapat tersebut membahas langkah-langkah penanganan karhutla di wilayah Lampung.
Pemerintah pusat juga menyiapkan tambahan 17 helikopter water bombing untuk memperkuat operasi di berbagai daerah. Hal ini dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran.
Operasi pemadaman di Way Kambas akan terus dilakukan hingga api benar-benar padam. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.