JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA SELATAN - Kecelakaan beruntun melibatkan tujuh kendaraan terjadi di Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) KM 30.800 B, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026) sore. Insiden diduga dipicu truk Fuso yang mengalami rem blong, menyebabkan dua orang luka ringan meski tak ada korban jiwa.
Kronologi Insiden
Peristiwa bermula sekitar pukul 15.44 WIB di ruas tol arah Pondok Pinang menuju TB Simatupang. Lalu lintas relatif lancar dengan cuaca mendung saat itu.
Truk Fuso bernomor polisi N 9452 UQ tiba-tiba diduga mengalami rem blong di KM 30+800 lajur dua. Kendaraan berat itu langsung menabrak Daihatsu Gran Max di depannya.
Benturan beruntun pun tak terhindarkan. Gran Max terdorong hingga menghantam Toyota Innova dan dua truk Colt Diesel. Truk Fuso yang tak terkendali kemudian berpindah ke lajur satu.
Di lajur satu, truk tersebut kembali menabrak Honda BR-V dan sebuah truk wing box. Kepanikan sempat terjadi di lokasi kejadian.
Data Kendaraan dan Korban
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, membenarkan tujuh kendaraan terlibat. Rinciannya meliputi truk wing box, Honda BR-V B 1076 PIM, truk Colt Diesel D 9117 UC, truk Colt Diesel box, Toyota Innova BK 1713 DAN, Daihatsu Gran Max B 1500 PFI, dan truk Fuso N 9452 UQ.
Honda BR-V dan Daihatsu Gran Max mengalami kerusakan parah. Dua orang terluka ringan dalam insiden ini.
Kedua korban langsung dievakuasi ke RSUD Pasar Rebo untuk perawatan medis. Kondisi mereka stabil menurut laporan awal.
Penanganan Polisi
Petugas kepolisian segera merespons laporan kecelakaan. Mereka mengamankan lokasi dan mengurai kemacetan yang sempat terjadi.
Seluruh kendaraan yang terlibat dipindahkan ke area aman dekat Gerbang Tol Gedong 2. Arus lalu lintas berangsur normal setelah penanganan.
Polisi menduga kuat penyebab kecelakaan adalah rem blong pada truk Fuso. Pengemudi truk diduga tidak mampu mengendalikan kendaraan setelah sistem pengereman bermasalah.
"Diduga pengemudi truk tidak mampu mengendalikan kendaraan akibat rem blong sehingga terjadi tabrakan beruntun," jelas AKBP Ojo Ruslani. Investigasi lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan faktor penyebab secara detail.