JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi menyusul terpilihnya Ayatollah Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Pernyataan itu menekankan bahwa sistem pemerintahan Iran tidak bergantung pada satu individu semata.
Pernyataan Resmi Kedubes Iran
"Pemilihan ini membuktikan Republik Islam Iran tidak bergantung pada satu individu," tegas Kedubes Iran di Jakarta, Senin (9/3/2026). Menurut mereka, sistem negara berdasar supremasi hukum, suara rakyat, dan nilai-nilai Ilahi.
Pernyataan itu menambahkan meski kehilangan pemimpin besar dan pejabat tinggi, sistem akan terus berjalan dengan keteguhan. Kepemimpinan baru diharapkan mampu menegakkan kebenaran dan keadilan di dunia.
Konteks Pemilihan Pemimpin Baru
Ayatollah Mojtaba Khamenei resmi menjadi pemimpin tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Proses penunjukan dilakukan Majelis Pakar setelah Ali Khamenei tewas dalam serangan AS dan Israel.
Mojtaba Khamenei selama ini tidak pernah mencalonkan diri dalam jabatan publik atau pemilu. Namun, ia dikenal sebagai tokoh berpengaruh di lingkaran dalam pemimpin tertinggi dan memiliki hubungan erat dengan Korps Garda Revolusi Islam.
Operasi Militer dan Korban Sipil
Kedubes Iran juga menyebut Operasi 'Janji Setia 4' telah mencapai tahap ke-30 di bawah komando Mojtaba Khamenei. Operasi itu menyasar wilayah-wilayah Israel.
Mereka mencatat lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil tewas sejak 28 Februari lalu. Serangan juga menghancurkan 9.669 target sipil termasuk rumah, pusat perdagangan, fasilitas medis, dan sekolah.
Pernyataan Kedubes Iran ini menjadi penegasan pertama secara resmi di Indonesia mengenai kepemimpinan baru Teheran. Masyarakat internasional kini mengamati langkah-langkah kebijakan yang akan diambil pemimpin tertinggi yang baru.