Javas Corner - Di balik duka mendalam atas kepergian Bambang Setiawan (60), penjual cermin yang tewas dalam kericuhan di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, keluarga mengenang almarhum sebagai sosok yang hangat dan mudah bergaul. Bagi istri dan anak-anaknya, almarhum yang sehari-hari akrab disapa "Pak Bengbeng" bukan sekadar kepala keluarga, melainkan sosok yang selalu merangkul dan mudah berbaur dengan siapa saja tanpa memandang usia.
Sudarsih, istri Bambang, menuturkan bahwa sang suami dikenal memiliki kepribadian yang luwes dan humble saat berinteraksi dengan masyarakat. "Kalau almarhum itu, kegiatan sehari-harinya, sosoknya memang orangnya humble ya. Dia bergaul itu sama siapa pun dia masuk," katanya saat ditemui di rumah duka, Sabtu (29/8/2026). Ia bercerita sang suami bisa bergaul dengan siapa pun dari berbagai kalangan usia, mau sama ibu-ibu, anak kecil, maupun anak-anak muda.
Sudarsih menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Namun di matanya, Bambang merupakan sosok suami dan pribadi yang sangat baik. "Ya, kalau menurut saya ya namanya manusia kan enggak sempurna, ada jeleknya, ada bagusnya. Tapi penglihatan saya memang suami saya orang yang baik," tambahnya.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh putranya, Wisnu. Ia menceritakan bagaimana sang ayah kerap menyapa, mengajak mengobrol, hingga merangkul anak-anak muda seumuran dirinya dan sang adik. "Kalau buat saya, Bapak saya itu orangnya benar-benar bergaul dengan semua kalangan umur sih," ujar Wisnu. "Bapak bergaul enggak cuma yang seumuran dia atau yang di atasnya dia, tapi juga sampai seumuran saya, seumuran adik saya, bahkan sampai yang anak-anak juga humble banget ya."
Saking berjiwa mudanya, Wisnu menyebut tidak sedikit orang yang menyangka sang ayah belum memiliki anak dewasa lantaran cara bergaulnya yang sangat membaur dengan anak-anak muda. "Di umur beliau yang terlihat sudah lumayan ya, 60, dia masih punya jiwa yang muda, semangat muda," ungkap Wisnu.