Operasi militer yang menewaskan gembong narkoba paling dicari di Meksiko, Nemesio Oseguera atau yang lebih dikenal sebagai El Mencho, akhirnya terungkap. Bukan karena kerja sama intelijen tingkat tinggi, tapi justru berkat peran sang pacar. Ya, seorang wanita yang menjadi kekasih bos kartel CJNG itu tanpa sadar menjadi kunci pelacakan.
Kisahnya bermula ketika sang pacar dibawa oleh seorang kenalan ke sebuah rumah di Tapalpa, sebuah desa indah di Meksiko barat, sekitar 130 kilometer dari Guadalajara. Di sanalah ia bertemu El Mencho pada hari Sabtu. Setelah pertemuan itu, ia pergi dan meninggalkan gembong narkoba tersebut bersama para pengawalnya. Informasi pergerakan inilah yang kemudian ditangkap dan diikuti oleh Pasukan Reaksi Cepat Khusus Garda Nasional Meksiko yang bekerja sama dengan Komando Utara militer Amerika Serikat.
Para prajurit bergerak dengan sangat hati-hati. Mereka mendekati daerah tanpa memasuki wilayah Jalisco terlebih dulu untuk menjaga kerahasiaan. Unsur kejutan adalah segalanya. Setelah benar-benar yakin dengan keberadaan El Mencho, mereka langsung menyerbu peternakan tempatnya bersembunyi.
Perlawanan pun tak terhindarkan. El Mencho dan pengawalnya diketahui membawa persenjataan berat, termasuk senjata serbu dan dua peluncur roket. Kelompok ini terkenal nekat, bahkan pernah menembak jatuh helikopter militer pada tahun 2015 lalu. Dan kejadian itu hampir terulang. Dalam baku tembak yang brutal, para pengawal El Mencho berhasil mengenai satu helikopter militer hingga terpaksa mendarat darurat di pangkalan terdekat.
Namun, kali ini El Mencho tak bisa lagi melarikan diri. Saat mencoba kabur dan bersembunyi di semak-semak hutan, ia bersama dua pengawalnya dikepung. Di tengah baku tembak, ketiganya terluka parah. Mereka segera diterbangkan dengan helikopter menuju rumah sakit di Guadalajara, tapi nyawa mereka tak tertolong. Ketiganya meninggal dalam perjalanan.
Jenazah El Mencho kemudian diterbangkan ke Mexico City dan diserahkan ke Kantor Kejaksaan Agung. Rencananya, jenazah akan dikembalikan ke keluarga, meski lokasi pemakamannya masih dirahasiakan.
Tak hanya El Mencho, operasi ini juga menewaskan tangan kanannya yang dikenal dengan julukan El Tuli. Ia ditemukan di El Grullo, kota lain di Jalisco, saat mencoba melarikan diri. Dari tubuhnya, petugas menyita senjata serbu, pistol, dan uang tunai hampir US$1,4 juta atau sekitar Rp23 miliar. El Tuli inilah yang diduga mengoordinasi blokade jalan, pembakaran kendaraan, dan serangan balasan terhadap militer setelah kematian atasannya.
Kematian El Mencho langsung memicu gelombang kekerasan di 20 dari 32 negara bagian Meksiko. Ratusan penghalang jalan dan kendaraan yang dibakar menjadi pemandangan mengerikan di berbagai tempat. Pemerintah pun mengerahkan sekitar 10.000 tentara untuk meredam situasi. Kini, setelah sehari penuh chaos, ketenangan mulai kembali, meski di beberapa daerah terpencil seperti Jalisco dan Michoacan, blokade masih terus berlanjut.