Megapolitan

Keteledoran Perizinan Lapangan Padel di Jakarta Picu Polemik, DPRD DKI Soroti Kecolongan Pemprov

Ujang Trisno Ujang Trisno 02 Mar 2026 17:05 49 Views
perizinan lapangan padel

Polemik Perizinan Lapangan Padel di Jakarta

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, August Hamonangan, menyoroti keteledoran dalam proses perizinan lapangan padel yang memicu polemik di masyarakat. Kemudahan perizinan melalui sistem OSS ternyata tidak diimbangi dengan verifikasi lapangan yang memadai. Hal ini menyebabkan beberapa lapangan di kawasan padat penduduk justru ditolak warga karena dianggap mengganggu kenyamanan.

August menegaskan bahwa kecolongan Pemprov DKI dalam meregulasi lapangan padel telah membuat warga terganggu. Polemik ini bahkan berpotensi merusak citra olahraga padel itu sendiri di mata masyarakat. Padahal, olahraga ini seharusnya bisa menjadi sarana positif bagi masyarakat Jakarta.

Daftar Isi

Dampak terhadap Masyarakat dan Solusi

Keringanan perizinan memang mempermudah pengusaha padel, namun rentan menimbulkan gangguan di masyarakat. August mengungkapkan bahwa izin yang mudah didapat seringkali tidak diverifikasi kembali oleh Dinas Citata (Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan). Akibatnya, banyak lokasi yang sebenarnya tidak layak justru mendapatkan izin operasional.

Menurut August, masalah tata kelola ini harus segera diperbaiki dengan melibatkan masyarakat dalam proses perizinan. RT/RW dan kelurahan perlu dilibatkan untuk memberikan masukan sebelum izin diterbitkan. Investasi memang penting, tapi jangan sampai mengorbankan kenyamanan warga yang sudah tinggal di lokasi tersebut.

Peran Masyarakat dalam Pengawasan

Polemik lapangan padel yang mengganggu masyarakat harus menjadi pelajaran berharga. Suara warga perlu dipertimbangkan secara serius dalam pemberian izin usaha apa pun. August menekankan bahwa partisipasi masyarakat bisa mencegah masalah serupa di masa depan.

Kasus Nyata di Cilandak dan Pulomas

Peringatan DPRD DKI ini muncul di tengah rentetan polemik lapangan padel di sejumlah wilayah Jakarta. Di Cilandak, lapangan padel Fourthwall di Jalan Haji Nawi diprotes warga karena kebisingan yang ditimbulkan. Setelah melalui proses mediasi, pengelola akhirnya menutup operasional sementara selama 30 hari sejak 21 Februari 2026.

Pengelola lapangan Fourthwall, Fajar Ediputra, mengakui bahwa mereka belum memiliki izin PBG yang seharusnya. Sebagai komitmen perbaikan, mereka berjanji akan memasang peredam suara untuk mengurangi kebisingan. Kasus serupa juga terjadi di Pulomas, di mana warga mengadukan lapangan padel karena kebisingan dan meminta kegiatan dibekukan.

Pelajaran dari Kasus-kasus Tersebut

Kasus-kasus ini menunjukkan pentingnya verifikasi lapangan sebelum izin diterbitkan. Pengawasan yang ketat dari dinas terkait sangat diperlukan untuk mencegah masalah serupa. Polemik perizinan lapangan padel ini seharusnya menjadi momentum perbaikan sistem perizinan di Jakarta secara keseluruhan.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#perizinan padel #polemik lapangan padel #DPRD DKI #kebisingan warga #tata kelola Jakarta

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner