Wacana tentang punahnya ponsel pintar semakin menemukan bentuknya. OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, kini benar-benar serius mewujudkan perangkat pengganti HP yang selama ini hanya jadi imajinasi. Langkah maju ditunjukkan dengan perekrutan lebih dari 200 orang yang akan fokus menggarap lini perangkat keras berbasis kecerdasan buatan.
Bukan sekadar ponsel biasa, tim ini ditugaskan menciptakan ekosistem baru yang terdiri dari speaker pintar, kacamata pintar, hingga lampu pintar yang semuanya digerakkan oleh AI. Semua perangkat ini didesain tanpa layar, mengandalkan perintah suara dan visual untuk berinteraksi dengan pengguna.
OpenAI Garap Perangkat AI Tanpa Layar
OpenAI merekrut lebih dari 200 orang untuk mengembangkan perangkat keras berbasis kecerdasan buatan. Tim ini fokus menciptakan ekosistem baru yang menggantikan fungsi ponsel pintar. Perangkat pertama yang akan diluncurkan adalah speaker pintar dengan harga sekitar 200-300 dolar AS.
Speaker Pintar dengan Kamera
Speaker pintar OpenAI rencananya mulai dikirim ke konsumen pada Februari 2027. Yang membedakan, speaker ini dilengkapi kamera sehingga bisa mengenali pengguna dan lingkungan sekitarnya. Harga diperkirakan setara Rp3-5 juta.
Kacamata Pintar Rilis 2028
OpenAI juga mengembangkan kacamata pintar yang baru bisa diproduksi massal pada 2028. Semua perangkat didesain tanpa layar, mengandalkan perintah suara dan visual. Konsepnya, perangkat ini bisa menjadi teman yang memahami kebiasaan dan kebutuhan pemiliknya.
Tantangan dan Hambatan
Perjalanan mewujudkan gadget masa depan ini tidak mulus. OpenAI disebut masih kesulitan mendapatkan daya komputasi yang cukup. Sumber daya yang ada sekarang bahkan belum optimal untuk menjalankan ChatGPT, apalagi jika harus dibagi untuk perangkat baru.
Masalah Komputasi
Amazon punya kapasitas komputasi besar untuk Alexa, Google juga begitu. OpenAI justru kelimpungan memenuhi kebutuhan ChatGPT sendiri. Ini PR besar yang harus diselesaikan sebelum bicara soal perangkat baru, ungkap seorang sumber dekat proyek.
Isu Privasi Pengguna
Masalah privasi juga jadi ganjalan. Bagaimana menciptakan asisten yang cukup personal hingga terasa seperti teman, tapi tetap aman dari kebocoran data pengguna. Jika semua tantangan ini bisa diatasi, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan kita akan beralih ke gaya hidup baru.
Latar Belakang OpenAI
Langkah OpenAI masuk ke industri perangkat keras sebenarnya sudah lama terendus. Apalagi setelah mereka mengakuisisi startup io Products milik Jony Ive, mantan desainer Apple, tahun lalu. Nilai akuisisi mencapai US$6,5 miliar.
Dengan akuisisi ini, OpenAI menunjukkan komitmen serius dalam pengembangan perangkat keras. Jika berhasil, ini bisa menjadi awal dari era baru di mana kiamat HP benar-benar terjadi dan digantikan oleh perangkat AI yang lebih cerdas.