Javas Corner - Kisah pilu dialami Siti Lestari (15) dan Erik Setiawan (16), warga Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Keduanya yang menderita TB tulang dan meningitis harus menjalani perjuangan berat setiap kali hendak mendapatkan pengobatan. Kondisi jalan yang rusak parah membuat mereka tak dapat langsung dibawa menggunakan kendaraan, sehingga terpaksa ditandu oleh keluarga hingga mencapai titik yang bisa dijangkau kendaraan roda empat.
Siti bahkan harus ditandu sejauh sekitar 10 kilometer untuk mendapatkan layanan kesehatan di wilayah Garut. Dalam video yang beredar di media sosial, Siti terlihat dibawa menggunakan kain sarung yang diikatkan pada sebilah bambu, dengan keluarga secara bergantian menggotongnya melewati jalan setapak hingga jalan desa yang kondisinya rusak parah. Perjalanan tersebut dilakukan karena Siti sudah tidak mampu berjalan setelah mengalami sakit dan terjatuh.
Kondisi serupa dialami Erik yang juga sudah tidak mampu berdiri maupun berjalan sehingga harus ditandu ketika hendak berobat. Jarak yang harus ditempuh keluarga Erik sekitar 3 kilometer sebelum kemudian dibawa menggunakan mobil yang telah menunggu di titik yang bisa dijangkau kendaraan roda empat. Kepala Desa Cibuluh, Ana Supriatna, mengatakan kedua remaja tersebut telah mengalami sakit selama beberapa tahun dan kondisi jalan setapak serta jalan desa yang masih rusak membuat warga kesulitan mengakses layanan kesehatan.
Ana menjelaskan bahwa untuk jalan kabupaten sudah mulai bagus berkat anggaran dari pusat dan kabupaten, namun jalan desa dan setapaknya masih rusak parah sehingga mobil sulit menjangkau lokasi. Keluarga Siti memilih berobat ke Garut karena dari sisi jarak dinilai lebih dekat dibandingkan rumah sakit di Cianjur maupun Bandung, sementara Erik dibawa ke Puskesmas Cidaun dan selanjutnya ke rumah sakit di Bandung. Pemerintah desa menghadapi keterbatasan anggaran untuk memperbaiki seluruh jalan desa yang rusak, dengan alokasi pembangunan jalan hanya sekitar 20 persen dari total anggaran Rp1 miliar.
Buruknya akses jalan juga berdampak pada tingginya biaya yang harus dikeluarkan warga, di mana keluarga Erik dapat menghabiskan sekitar Rp1 juta hanya untuk sekali perjalanan menuju rumah sakit. Camat Cidaun, Gagan Rusganda, mengatakan pemerintah telah berupaya memperbaiki akses jalan dengan mengalokasikan anggaran hingga puluhan miliar rupiah untuk pembangunan jalan kabupaten di wilayah Cidaun dan Naringgul, serta memastikan akan mengusulkan perbaikan akses jalan dan membantu penanganan kedua remaja tersebut.
Tags:
#Cianjur #TBTulang #Meningitis #Pengobatan #JalanRusak #AksesKesehatan #PerjuanganHidup #DesaCibuluh #BeritaViral #JavasCorner