Kisah Sukses David Steward
David Steward, konglomerat asal Missouri, Amerika Serikat, berhasil mengumpulkan kekayaan hingga US$12,4 miliar atau setara Rp208 triliun. Pria kelahiran 2 Juli 1951 ini mendirikan perusahaan teknologi World Wide Technology (WWT) pada awal 1990-an. Kisah suksesnya terinspirasi dari ajaran Nabi Nuh, yang tetap gigih meski dicemooh.
Inspirasi dari Nabi Nuh
Kisah Nabi Nuh yang membangun bahtera meski dicemooh menjadi landasan prinsip hidup Steward. Ia percaya visi besar sering menghadapi rintangan dari orang yang tidak memahami kemajuan. Dalam wawancara dengan Forbes, ia menyatakan bahwa ambisi besar cenderung mendapat ledekan dari sekitar.
Prinsip Ketekunan
Steward mengadopsi ketekunan Nabi Nuh dalam bisnisnya. Ia yakin masa depan bergantung pada teknologi komputer dan internet. Keyakinan ini mendorongnya untuk terus bekerja keras, meski banyak yang meragukan langkahnya di era awal teknologi.
Perjalanan Hidup dan Bisnis
Perjalanan hidup Steward tidaklah mulus. Ia menghadapi diskriminasi rasial sejak kecil, berasal dari keluarga kulit hitam dengan ekonomi terbatas. Namun, hal ini justru membuatnya semakin tekun untuk meraih kesuksesan dalam karir dan bisnisnya.
Pendirian World Wide Technology
Pada awal mendirikan WWT, layanan teknologi komputer masih asing dan dianggap ide tidak masuk akal. Banyak orang meragukan langkahnya di tahun 1990-an. Namun, Steward percaya teknologi akan dibutuhkan di seluruh dunia, dan ia terus mewujudkan visinya.
Hasil dan Prestasi
Usaha Steward berkembang pesat, dengan WWT menjadi perusahaan swasta terbesar ke-27 di AS. Perusahaan ini juga merupakan perusahaan teknologi terbesar yang dimiliki orang kulit hitam. Pendapatan tahunan mencapai US$17,0 miliar atau sekitar Rp285 triliun.
Pelajaran dari Kesuksesan
Kisah sukses Steward membuktikan bahwa ketekunan dan keyakinan pada visi dapat membawa kesuksesan besar. Meski menghadapi rintangan dan cemoohan, hasilnya mampu mengubah hidup dan industri teknologi.