JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran 2026. Persiapan ini mencakup pengaturan arus kendaraan yang akan diterapkan secara situasional, termasuk kemungkinan kembali memberlakukan sistem satu arah nasional.
Kepala Korlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (20/3/2026). Menurutnya, pihaknya telah mulai mempersiapkan pengaturan untuk arus balik yang diprediksi cukup tinggi.
Persiapan Korlantas
Agus Suryonugroho menegaskan bahwa Korlantas telah menyusun berbagai langkah pengaturan lalu lintas. Skenario ini akan diterapkan sesuai kondisi aktual di lapangan selama periode arus balik.
"Untuk arus balik, karena cukup tinggi nanti akan kita persiapkan tanggal 24. Tanggal 24 nanti akan kita persiapkan arus balik, termasuk skenario daripada manajemen lalu lintas," jelas Agus.
Koordinasi dengan Stakeholder
Persiapan melibatkan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan. Korlantas bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan pengaturan lalu lintas berjalan optimal.
Koordinasi mencakup pemantauan kondisi jalan, penyiapan personel, dan penyediaan fasilitas pendukung. Semua elemen disiapkan untuk menghadapi puncak arus balik yang diprediksi terjadi.
Dua Gelombang Arus Balik
Korlantas mengantisipasi kemungkinan terjadinya dua gelombang arus balik. Fenomena ini terkait dengan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diberikan pemerintah kepada sejumlah pekerja.
"Adanya work from anywhere, kemungkinan juga ada arus balik yang kedua, yaitu tanggal 28, tanggal 29 (Maret). Ini sudah kita persiapkan dengan stakeholder untuk dilakukan rekayasa lalu lintas," kata Agus.
Prediksi Waktu Puncak
Berdasarkan analisis pola perjalanan, Korlantas memprediksi:
- Gelombang pertama: 24-26 Maret 2026
- Gelombang kedua: 28-29 Maret 2026
Prediksi ini menjadi dasar penyusunan skenario pengaturan lalu lintas. Korlantas akan menyesuaikan penerapan rekayasa sesuai perkembangan aktual.
Peningkatan Arus Mudik
Pola arus mudik tahun 2026 menunjukkan perbedaan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang cukup besar selama periode mudik Lebaran.
"Jadi memang tahun ini cukup beda, karena kalau kita bandingkan ada peningkatan arus mudik sejumlah 270 ribu bila dibandingkan dengan tahun lalu tahun 2025 ada peningkatan 4,62 persen," ujar Agus.
Faktor Peningkatan
Beberapa faktor yang diduga mempengaruhi peningkatan arus mudik:
- Pemulihan ekonomi pasca-pandemi
- Kebijakan cuti bersama yang lebih panjang
- Peningkatan kepemilikan kendaraan pribadi
- Kondisi cuaca yang mendukung perjalanan
Peningkatan ini menjadi pertimbangan penting dalam penyusunan antisipasi arus balik.
Sistem Satu Arah Nasional
Salah satu opsi rekayasa lalu lintas yang disiapkan adalah sistem satu arah (one way) nasional. Sistem ini sebelumnya telah diterapkan selama arus mudik dan berhasil mengurangi kemacetan.
"One way arus mudik sudah kita tutup karena traffic accounting atau flow daripada lalu lintas sudah normal, sehingga tadi jam 14.22 sudah ditutup oleh Bapak Kapolri," jelas Agus mengenai penerapan selama mudik.
Mekanisme Penerapan
Jika diterapkan kembali untuk arus balik, sistem satu arah akan dijalankan dengan mekanisme:
- Penetapan ruas jalan tertentu
- Pemasangan rambu dan petunjuk
- Penyebaran personel pengatur
- Koordinasi dengan pemangku jalan tol
- Pemantauan real-time kondisi lalu lintas
Keputusan penerapan akan diambil berdasarkan evaluasi kondisi lapangan. Korlantas akan mempertimbangkan tingkat kepadatan dan kecepatan arus kendaraan.
Persiapan matang Korlantas diharapkan dapat meminimalisir gangguan lalu lintas selama arus balik Lebaran 2026. Masyarakat diimbau untuk mematuhi peraturan dan memperhatikan informasi terkini dari pihak berwenang. Perencanaan perjalanan yang baik dan kepatuhan pada rambu lalu lintas akan membantu kelancaran perjalanan semua pemudik.