Hukum

KPK Buka Peluang Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama dalam Kasus Suap Impor Barang KW

Ujang Trisno Ujang Trisno 02 Mar 2026 21:03 83 Views
KPK, suap impor barang KW, Bea Cukai

Peluang Pemeriksaan Dirjen Bea Cukai oleh KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang untuk memeriksa Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama, dalam kasus suap impor barang KW. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa setiap pemanggilan saksi didasarkan pada kebutuhan penyidikan yang sedang berlangsung.

"Pemanggilan setiap saksi tentu berdasarkan kebutuhan dari proses penyidikan suatu perkara," ujar Budi di Jakarta. KPK selalu siap memanggil pihak mana pun yang dianggap memiliki informasi penting untuk mengungkap kasus ini.

Latar Belakang Kasus Suap Impor Barang KW

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK pada 4 Februari 2026 di lingkungan Ditjen Bea Cukai. Dalam operasi tersebut, sejumlah pejabat dan pihak swasta berhasil diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.

Salah satu yang terjaring OTT adalah Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat, Rizal. KPK kemudian menetapkan enam orang sebagai tersangka dari total 17 orang yang diamankan dalam operasi tersebut.

Daftar Tersangka dalam Kasus Ini

Enam tersangka terdiri dari tiga pejabat Bea Cukai dan tiga perwakilan pihak swasta. Dari internal DJBC, tersangkanya adalah Rizal (Direktur Penindakan dan Penyidikan), Sisprian Subiaksono (Kepala Subdirektorat Intelijen), dan Orlando Hamonangan (Kepala Seksi Intelijen).

Sementara dari pihak swasta, KPK menetapkan John Field (pemilik Blueray Cargo), Andri (Ketua Tim Dokumentasi Importasi), dan Dedy Kurniawan (Manajer Operasional). Kasus suap impor barang KW ini menyoroti praktik tidak sehat dalam pengurusan impor barang tiruan.

Perkembangan Penyidikan Terkini

KPK menegaskan bahwa proses penyidikan kasus suap impor barang KW masih terus berkembang. Tidak menutup kemungkinan adanya pemanggilan pihak lain, termasuk pejabat tinggi di lingkungan Bea Cukai, jika dinilai relevan dengan perkara.

"Bagi pihak-pihak yang diduga mengetahui dan bisa membantu penyidik dalam memberikan keterangan, tentu akan dijadwalkan pemeriksaannya," tambah Budi Prasetyo. Perkembangan kasus ini menjadi sorotan publik mengingat posisi strategis Bea Cukai dalam pengawasan impor.

Kasus suap impor barang KW ini mengingatkan pentingnya integritas dalam pengawasan lalu lintas barang di Indonesia. KPK berkomitmen untuk mengungkap tuntas praktik korupsi yang merugikan negara.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#KPK #Bea Cukai #suap #impor barang KW #korupsi

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner