Internasional

Krisis Solar Global Melanda Dunia, Harga Tembus 200 Dollar AS per Barrel

Ujang Trisno Ujang Trisno 16 Sep 2026 09:25 59 Views
Krisis Solar Global Melanda Dunia, Harga Tembus 200 Dollar AS per Barrel

Krisis Solar Global Melanda Dunia, Harga Tembus 200 Dollar AS per Barrel

Javas Corner - Krisis minyak global memasuki babak baru. Bukan hanya harga minyak mentah yang melonjak, pasokan bahan bakar olahan seperti solar atau diesel juga semakin tertekan. Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) dalam laporan Oil Market Report September 2026 mencatat harga solar di Amerika Serikat menembus 200 dollar AS per barrel pada awal September 2026.

 

Harga tersebut 94 persen lebih tinggi dibandingkan level sebelum perang. Kenaikan harga produk olahan minyak itu bahkan jauh lebih tajam dibandingkan lonjakan harga minyak mentah. Di tengah gangguan pasokan dari kawasan Teluk dan Rusia, pasar minyak dunia menghadapi tekanan ganda, yaitu produksi turun, persediaan terkuras, dan kapasitas pengolahan minyak semakin terbatas.

 

IEA menyebut harga minyak mentah acuan Brent mencapai rata-rata 91 dollar AS per barrel pada Agustus 2026. Angka itu meningkat 7,61 dollar AS per barrel dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, tekanan terbesar justru terlihat pada harga produk olahan minyak, khususnya solar.

 

"Harga solar, yang mencakup hampir 30 persen dari permintaan global, di Amerika Serikat melampaui angka 200 dollar AS per barrel pada awal September, atau 94 persen di atas tingkat harga sebelum perang, sementara harga di Eropa dan Asia juga menyusul dengan selisih yang tidak jauh berbeda," tulis IEA dalam laporan tersebut.

 

Artinya, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada bahan baku energi, tetapi juga pada produk yang dibutuhkan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi. IEA mencatat harga minyak mentah Brent mencapai 105 dollar AS per barrel pada saat laporan disusun. Harga itu naik 21 dollar AS per barrel sejak awal Agustus dan 45 persen lebih tinggi dibandingkan level sebelum perang.

 

Kendati demikian, IEA menilai kenaikan harga minyak mentah tersebut masih kalah dibandingkan lonjakan harga produk olahan.

 

"Namun, kenaikan harga kontrak berjangka maupun harga fisik minyak mentah tidak seberapa dibandingkan dengan kenaikan harga produk olahan, yang saat ini mengalami kondisi pasar paling ketat," ungkap IEA.

 

Kondisi itu tercermin dari pelebaran selisih harga antara minyak mentah dan produk olahan. Margin pengolahan minyak di kawasan Atlantik bahkan mencapai rekor tertinggi pada Agustus 2026, didorong kenaikan tajam harga solar.

 

Tekanan terhadap solar tidak terlepas dari gangguan pasokan minyak dan produk olahan dari kawasan penghasil utama. IEA memperkirakan ekspor minyak dari negara-negara Teluk pada Agustus 2026 hanya sekitar 13 juta barrel per hari atau bph. Angka itu hampir separuh dari tingkat sebelum perang.

 

Untuk ekspor minyak mentah, penurunan pasokan memang mulai menyempit. Namun, situasi berbeda terjadi pada produk olahan dan gas petroleum cair atau LPG. Ekspor produk olahan dan LPG dari kawasan Teluk tercatat hampir 60 persen atau 3,7 juta bph lebih rendah dibandingkan Februari 2026.

 

Khusus ekspor bersih solar dari negara-negara Teluk, IEA mencatat rata-rata hanya 390.000 bph pada Agustus 2026. Angka itu sedikit di atas seperempat tingkat sebelum perang.

 

Gangguan juga terjadi di Rusia. Sistem pengolahan minyak negara tersebut mengalami gangguan akibat serangan Ukraina yang semakin intensif. Hal ini semakin memperketat pasokan solar di pasar global.

 

Krisis solar ini menjadi pengingat bahwa ketergantungan pada bahan bakar fosil memiliki risiko besar, terutama ketika terjadi konflik geopolitik. Negara-negara di dunia dituntut untuk mempercepat transisi energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor.

 

Bagi Indonesia, krisis ini menjadi momentum untuk memperkuat program energi terbarukan dan mengurangi impor solar. Program mandatori biodiesel B50 yang telah diluncurkan pemerintah diharapkan mampu menekan ketergantungan pada solar impor sekaligus menghemat devisa negara.

 

#KrisisSolar #HargaMinyak #IEA #EnergiGlobal #Solar #Diesel #KrisisEnergi #MinyakDunia #B50 #BeritaInternasional

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner